Bio Farma Usul Tambah PMN Rp2,21T Buat Restrukturisasi Anak Usaha
:
0
Gedung kantor pusat Bio Farma di Bandung
EmitenNews.com - Bio Farma sebagai Holding BUMN Farmasi senantiasa mempersiapkan langkah transformasi, untuk mewujudkan Global Scale Health Care Company. Tujuan ini bisa dicapai melalui transformasi yang harus dilakukan oleh perusahaan.
Sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan meningkatkan daya saing global, Bio Farma mengusulkan PMN yang bersumber dari APBN tahun 2025 sebesar Rp 2,21 triliun yang akan diperuntukkan dalam pembangunan fasilitas produksi baru berstandar internasional sesuai dengan regulasi terkini dari BPOM dan WHO.
Dengan adanya tambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN), Bio Farma tetap berfokus terhadap pemenuhan kebutuhan vaksin program dari Pemerintah dan juga vaksin-vaksin prioritas untuk kebutuhan Global (WHO) seperti Vaksin Polio, Vaksin MR, Vaksin Rotavirus, Vaksin HPV dll.
Dengan penambahan modal tersebut ditargetkan akan ada peningkatan kapasitas dan kapabilitas fasilitas produksi sebesar 1 miliar dosis di tahun 2030.
Saat ini Bio Farma telah mensuplai 13 dari 14 Vaksin Program Imunisasi Nasional (National Immunization Program) untuk menciptakan ketahanan kesehatan.
Direktur Utama Bio Farma Group, Shadiq Akasya mengatakan, dengan dukungan PMN tentunya secara langsung akan membantu penguatan komposisi permodalan perusahaan disamping investasi dari korporasi (self Investment) yang sudah berjalan saat ini.
Pembangunan fasilitas dari dana PMN bertujuan untuk percepatan ketersediaan produk eksisting maupun produk baru bagi kebutuhan program vaksinasi Nasional (National Immunization Program) dan pemasok kebutuhan vaksin global.
"Kami memastikan penggunaan dana PMN sesuai dengan peruntukannya dan bukan untuk program restrukturisasi dan penyehatan anak perusahaan. Bio Farma telah memiliki pengalaman dan dipercaya dalam mengelola berbagai grant dan funding dari lembaga internasional seperti CEPI, WHO dan BMGF dengan menerapkan prinsip kehati-hatian sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG)" papar Shadiq.
Lebih lanjut Bio Farma sebagai Global Life Science Industry memerlukan dukungan PMN dalam meningkatkan fasilitas produksi guna mendukung percepatan ketahanan kesehatan nasional maupun global, termasuk dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi dan program eradikasi penyakit-penyakit di di dunia.
Related News
Target Merger KAI Dibayangi Utang INKA Rp4,7T, Ini Solusi Danantara
Pelaporan Pajak jadi Kendala Pekerja Industri Kreatif, Ini Masalahnya
Produk Emas BCA Syariah Melejit 81%, Kinerja Konsumer Tumbuh 34 Persen
Kolaborasi Askrindo-Bank Kalsel, Untuk Kontraktor dan Jasa Konstruksi
Layanan Pelabuhan Patimban, Jepang Perluas Ekspor Kendaraan ke Meksiko
Sambut Buyback, Saham Emiten Tower Grup Djarum Melesat 3,06 Persen





