BIPI Berbalik Laba 144,84 Persen, Saham Meledak Sejak Awal 2026
:
0
Kawasan infrastruktur migas milik Astrindo. Foto - Dok BIPI
EmitenNews.com - Astrindo (BIPI) semester I 2026 membukukan laba bersih USD4,44 juta. Berbalik meroket 144,84 persen dari episode sama tahun sebbelumnya boncos USD9,9 juta. Menyusul hasil positif itu, laba per saham dasar menjadi USD0,000070 dari periode sebelumnya tekor USD0,000155.
Pendapatan USD96,73 juta, melorot 33,21 persen dari fase sama tahun lalu USD144,84 juta. Beban pokok pendapatan USD76,23 juta, berkurang signifikan dari tahun 2025 senilai USD130,17 juta. Laba kotor terkumpul USD20,49 juta, melonjak dari posisi sama tahun sebelumnya USD14,66 juta.
Beban umum dan administrasi USD5,44 juta, susut dari USD5,49 juta. Laba usaha melenting menjadi USD15,04 juta dari USD9,17 juta. Bagian laba dari ventura bersama USD7,13 juta, turun dari USD7,44 juta. Penghasilan bunga USD2,76 juta, melonjak dari USD1,72 juta. Beban keuangan USD29,74 juta susut dari USD35,29 juta.
Laba bersih USD4,16 juta, meroket dari rugi USD9,13 juta. Ekuitas bersih USD598,12 juta, melejit dari akhir tahun sebelumnya USD593,98 juta. Defisit USD188,36 juta, menciut dari USD192,83 juta. Total liabilitas USD937,23 juta, berkurang dari akhir 2025 senilai USD1 miliar. Jumlah aset USD1,53 miliar, turun dari USD1,59 miliar.
Seiring perbaikan keuangan itu, saham BIPI mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang perdagangan kumarin, saham BIPI baru melonjak 7 poin alias 4,90 persen menjadi Rp150. Sebulan terakhir, saham BIPI melejit 18,11 persen setara 23 poin dari edisi 6 Juli 2026 di level Rp127.
Kalau ditarik lebih jauh lagi yaitu sejak awal tahun alias year to date, saham BIPI telah melangit 63,04 persen setara dengan 58 poin dari posisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp92. Artinya, tarian saham BIPI konsisten menanjak sepanjang tahun ini.
Saham BIPI pernah menyentuh level terendah di posisi Rp75, dan tertinggi di level Rp342 per helai. BIPI diperkuat dengan nilai kapitalisasi pasar Rp9,56 triliun. (*)
Related News
Keuangan WIKA Kembang Kempis, Bagaimana Nasib Investor Ritel?
Emiten Ponakan Prabowo (TRIN) Raup Laba 387,5 Persen, Liukan Sahamnya?
Lepas dari Hary Tanoe, Ledakan Saham IATA Tidak Terbendung
Strategi PGE (PGEO), Dorong Peningkatan Produksi Listrik
Setelah J&T Cargo, Argo Pantes Amankan Kontrak Baru Rp48M Omya Group
Transformasi TelkomGroup Tunjukkan Hasil, Lihatlah Kinerja InfraNexia





