EmitenNews.com - PT Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG) melaporkan sudah menggunakan semua dana hasil IPO. Emiten bidang usaha logistik terintegrasi yang terdiri atas jasa pengangkutan dan pergudangan itu, mendapatkan hasil bersih IPO sebesar Rp138,2 miliar. Sebagian besar, Rp92,61 miliar untuk Setoran Modal Entitas Anak PT Simpan Sini Aja.

Trimitra Trans Persada menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per tanggal 30 Juni 2026.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026), Direktur Utama BLOG, Maickel Tilon menyampaikan bahwa Perseroan memperoleh hasil IPO efektif tanggal 10 Juli 2025 sebesar Rp140,8 miliar. Setelah dipotong dengan biaya sebesar Rp2,58 miliar, BLOG mendapatkan hasil bersih IPO sebesar Rp138,2 miliar.

BLOG merealisasikan dana IPO sebesar Rp92,61 miliar untuk Setoran Modal Entitas Anak PT Simpan Sini Aja. Dana sebesar itu dipakai untuk Pembangunan Gudang pendingin berlokasi di Kabupaten Tangerang, Pontianak, dan Makassar.

Kemudian sebesar Rp45,61 miliar dipakai untuk Pembelian Unit Kendaraan Light Truck termasuk karoseri tipe cold dan dry. 

Trans Persada (BLOG) Anggarkan Belanja Modal Hampir Rp500 Miliar

Sebelumnya, dalam acara Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026), PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hampir Rp500 miliar pada 2026. Namun, hingga Agustus 2026, realisasi capex perseroan baru mencapai sekitar Rp200 miliar, sehingga diperkirakan tidak seluruh anggaran terserap hingga akhir tahun.

Direktur BLOG, Wanny Wijaya mengungkapkan, realisasi tersebut meningkat dibandingkan penyerapan pada semester I 2026 yang tercatat sekitar Rp150 miliar. Manajemen menyebut realisasi belanja modal pada semester II masih berada di kisaran Rp200 miliar dan akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan perseroan hingga akhir tahun.

"Anggaran capex hampir mencapai Rp500 miliar pada tahun ini. Semester dua masih di angka Rp200 miliar. Kita lihat perkembangannya. Rp150 miliar di semester I dan sampai Agustus Rp200 miliar," ujar Wanny Wijaya.

Hingga semester I 2026, dari sisi operasional, jaringan B-LOG telah menjangkau lebih dari 130 titik di lebih dari 50 kota dan 25 provinsi di Indonesia. Operasional tersebut didukung lebih dari 3.500 armada dan 16 jaringan gudang, dengan kapasitas layanan lebih dari 26.000 titik pengiriman per hari.