BNI Diakui Dunia! Masuk Jajaran 500 Perusahaan Terbaik
:
0
Gedung kantor Pusat BNI
EmitenNews.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI masuk ke dalam 500 perusahaan terbaik di Asia Pasifik versi majalah TIME.
Dalam laporan hasil kolaborasi TIME dengan Statista, BNI tercatat menduduki peringkat 282 dari total 500 perusahaan tersebut dengan skor keseluruhan 81,57.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, catatan ini menjadi bukti pengakuan dunia atas kinerja BNI sebagai bank global.
"Prestasi BNI tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh talenta hebat di internal BNI dan juga Kementerian BUMN yang menempatkan BNI sebagai bank asal Indonesia yang go global," tegas Okki dalam keterangan resmi Minggu (17/2).
Peringkat statistik 500 perusahaan terbaik di Asia-Pasifik yang dipublikasikan TIME dan Statista, disusun berdasarkan formula penelitian yang meliputi pertumbuhan pendapatan, survei kepuasan karyawan, dan data ketat mengenai lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG atau keberlanjutan).
Aspek kepuasan karyawan dievaluasi dengan menggunakan data survei dari karyawan di seluruh dunia.
Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap perusahaan yang mencakup citra, suasana, kondisi kerja, gaji, dan kesetaraan oleh karyawan yang telah diverifikasi serta rekomendasi langsung dan tidak langsung.
Kemudian untuk aspek pertumbuhan pendapatan, dinilai dengan menggunakan data dari basis data pendapatan Statista yang berisi data pertumbuhan perusahaan selama tiga tahun terakhir.
Perusahaan harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan untuk kemudian dievaluasi.
Laporan keuangan yang diteliti harus mampu menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif dalam kurun waktu penelitian.
Related News
Masuk Daftar Efek Marjin, Transaksi Saham UVCR Melonjak Drastis
PZZA Jadwal Dividen, Putus Tren Negatif, dan Konsisten Laba
Target Pendapatan Naik 1.584 Persen, GPSO Pede Raih Laba Edisi 2026
RAJA Catat Laba Bersih Tumbuh 14 Persen, Diversifikasi jadi KunciĀ
Berkat Hauling Road, Pendapatan RMKE Tumbuh 2,4 Kali Lipat Kuartal I
BSDE Catat Prapenjualan Rp2,54T, Ditopang Permintaan Properti Hunian





