TRADE

 -0.30%

IDXINDUST

 -0.89%

IDXINFRA

 -0.88%

AGRI

 2.37%

MNC36

 -1.13%

IDXCYCLIC

 -0.24%

IDXSMC-LIQ

 -0.51%

IDXHEALTH

 -0.45%

IDXTRANS

 0.41%

IDXENERGY

 0.03%

IDXQ30

 -1.08%

IDXFINANCE

 -0.93%

INFOBANK15

 -1.36%

I-GRADE

 -1.20%

BASIC-IND

 -0.99%

COMPOSITE

 -0.75%

IDXTECHNO

 -0.38%

MANUFACTUR

 -0.97%

IDXV30

 -0.45%

IDXNONCYC

 -0.69%

FINANCE

 -0.96%

Investor33

 -1.19%

IDXSMC-COM

 -0.31%

MISC-IND

 -0.77%

IDXESGL

 -1.37%

IDXBASIC

 -0.76%

DBX

 -0.34%

MINING

 -0.10%

IDX30

 -1.04%

IDXG30

 -0.97%

KOMPAS100

 -1.09%

PEFINDO25

 -0.95%

MBX

 -0.83%

BISNIS-27

 -1.18%

ISSI

 -0.51%

IDXPROPERT

 -0.49%

LQ45

 -1.08%

PROPERTY

 -0.28%

IDXBUMN20

 -1.04%

IDXHIDIV20

 -1.06%

JII

 -0.80%

INFRASTRUC

 -0.89%

IDX80

 -0.98%

JII70

 -0.76%

CONSUMER

 -1.03%

SRI-KEHATI

 -1.17%

SMinfra18

 -0.48%

BPJS Kesehatan Keluarkan Biaya Cuci Darah yang Cenderung Naik Setiap Tahun

27/01/2020, 06:14 WIB

BPJS Kesehatan Keluarkan Biaya Cuci Darah yang Cenderung Naik Setiap Tahun
EmitenNews.com – BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya cuci darah yang cenderung naik setiap tahun. Sejak awal Januari hingga November 2019, dana yang dibayarkan sekitar Rp4,61 triliun untuk membiayai hemodialisa. Anggaran sebanyak itu untuk membiayai 4,71 juta kasus cuci darah. Data yang ada menunjukkan sejak 2014 biaya cuci darah itu terus naik setiap tahun. Dalam keterangannya kepada pers, yang dikutip Senin (27/1/2020), Kepala Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf menjelaskan, jumlah kasus tersebut tergantung berapa banyak layanan cuci darah yang dilakukan. Periode cuci darah yang diterima setiap pasien pun berbeda-beda. Ia menyebutkan, satu orang bisa saja menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu. Lainnya, sebulan empat kali, bisa juga delapan kali per orang. Kecenderungan naiknya biaya cuci darah itu juga bisa dilihat dari data BPJS Kesehatan sejak 2014. Pada 2014, biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan Rp1,9 triliun untuk 1,78 juta kasus. Pada 2015 sebesar Rp2,84 triliun untuk 2,73 juta kasus. Tahun 2016 mencapai Rp3,46 triliun untuk 3,4 juta kasus. Tahun 2017 naik lagi jadi Rp4,03 triliun untuk 4,12 juta kasus, dan 2018 sebesar Rp4,82 triliun untuk 4,9 juta kasus. Menurut Iqbal, peningkatan ini dikarenakan pasien tetap mengakses layanan cuci darah, dan ada pula pasien-pasien baru yang bertambah. Karena itu kata dia, penting untuk mengelola penyebab penyakit utama seperti diabetes militus dan hipertensi supaya tidak jatuh komplikasinya ke ginjal. Jika itu yang terjadi, pasien pasti memerlukan tindakan cuci darah. ***  

Author: M. Nasir