BPOM Resmikan Fasilitas Produksi Injeksi Milik Ethica Industri Farmasi
:
0
BPOM Resmikan Fasilitas Produksi Injeksi Milik Ethica Industri Farmasi, PYFA Siap Penuhi Kebutuhan Obat Steril Nasional
EmitenNews.com -Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D., secara resmi meresmikan Fasilitas Produksi Injeksi Steril Lini 3 dan Warehouse milik PT Ethica Industri Farmasi, anak usaha PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA). Acara peresmian ini berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026, berlokasi di pabrik Ethica di Cikarang. Momentum strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis di BPOM Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, dan jajaran Direksi PYFA.
Pembangunan lini 3 yang diselesaikan dalam kurun waktu 1,5 tahun sejak 2024 ini dirancang untuk menjawab peningkatan kebutuhan obat injeksi steril nasional, khususnya bagi layanan rumah sakit dan program kesehatan pemerintah. Fasilitas baru ini dirancang untuk melipatgandakan kapasitas produksi hingga tiga kali lipat dibandingkan lini 1 dan 2, dengan mengacu pada standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), EU Good Manufacturing Practices (EU GMP), serta standar Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia.
Mengutip pernyataan Kepala BPOM RI saat peresmian lini 3 PT Ethica Industri Farmasi, Ia menegaskan langkah konkret Pemerintah dalam menjaga stabilitas rantai pasok dan ketahanan industri farmasi nasional di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian geopolitik global. Ketersediaan Bahan Baku Obat (BBO) nasional saat ini dipastikan aman untuk cakupan 6 hingga 12 bulan ke depan. Sebagai mitigasi jangka menengah, pemerintah dan industri secara aktif mendiversifikasi rantai pasok ke negaranegara alternatif yang tidak terdampak langsung oleh ketegangan geopolitik saat ini. Badan POM telah menerbitkan tiga keputusan resmi beserta sejumlah surat edaran yang secara khusus dirancang untuk mendukung ketahanan pasokan obat nasional, termasuk relaksasi regulasi yang terukur, kemudahan fasilitas perizinan, serta penguatan jejaring distribusi farmasi.
"Yang penting bahwa Ethica Farma ini merupakan salah satu industri nasional kita yang membanggakan. Kenapa membanggakan? Karena operasionalnya sudah sejak 1946, berarti sudah 79 tahun. Dan yang kedua, dia banyak fokus untuk memproduksi obat-obat generik yang otomatis banyak membantu rakyat kita, yang umumnya dipakai oleh BPJS. Jadi, kita memberikan dukungan dalam konteks ekspansi masa depan, di mana kita berharap Ethica Farma Indonesia ini bisa semakin mendunia, semakin mengglobal. Sehingga dengan demikian maka kemandirian obat nasional kita bisa tercapai." Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Faktor yang menjadi pembeda dari Lini 3 yaitu spesialisasi dan skalabilitas. Kehadiran Lini 3 memberikan volume produksi yang jauh lebih besar, sehingga memungkinkan Persereoan untuk memenuhi permintaan yang cukup panjang dari mitra CDMO. Terlebih lagi, ekosistem JKN yang semakin matang sehinggan membuat permintaan sediaan steril dalam negeri terus melonjak. Untuk itu, sekitar 97% produksi Ethica adalah injeksi steril generik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang mayoritas diserap oleh ekosistem BPJS Kesehatan. Lini 3 adalah bukti bahwa Indonesia mampu memproduksi sediaan steril injeksi berstandar global secara mandiri, mengurangi ketergantungan impor, dan wujud nyata dalam mendukung kemandirian farmasi nasional.
"Kehadiran Lini 3 memberikan volume produksi yang jauh lebih besar, sehingga memungkinkan kami menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menyerap lebih banyak permintaan mitra Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO). Hari ini bukan sekadar peresmian sebuah fasilitas produksi; ini adalah pernyataan bahwa industri farmasi Indonesia siap berdiri sejajar dengan standar global, dan PYFA berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dari pernyataan itu," tegas Lee Yan Gwan.
Ke depannya, PYFA telah merancang peta jalan (roadmap) manufaktur berkelanjutan yang agresif melalui persiapan pengembangan Lini 4 dan Lini 5. Pengerjaan fisik untuk Lini 4 dan 5 saat ini sudah berjalan dengan fokus portofolio yang berbeda, khususnya pada jenis sediaan farmasi yang akan diproduksi. Perseroan menegaskan bahwa setiap langkah investasi strategis dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian serta senantiasa tunduk dan patuh terhadap seluruh ketentuan regulator guna mendukung pertumbuhan usaha yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Related News
Soal Pencopotan Purbaya, Istana Beberkan Fakta Ini
Dana Korupsi Silmy Karim, Dibagi Tiap Jumat ke Malaikat dan Grup Band
Menkeu Purbaya Bantah Rumor Dicopot di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG
KPK Tahan Silmy Karim, Kasus Pemerasan Warga Asing Tahun 2022-2026
Tengah Gejolak Global, Keamanan Siber Adalah Infrastruktur Strategis
Jadikan Program MBG Bak Ladang Korupsi, Begini Modus Tiga Tersangka





