BTN dan PHSI Serahkan Rumah Bagi 30 Pahlawan Bangsa
:
0
Ketua Dewan Pembina Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI) sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo (keempat kiri), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kiri), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari (kiri), Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar (kelima kanan), mantan atlet tinju profesional Ellyas Pical (keempat kanan), mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia Rully R. Nere (ketiga kanan), Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambuddy (kedua kanan), dan Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar (kanan) tersenyum bersama di sela seremoni penyerahan sertipikat hak milik (SHM) program Rumah Cahaya di Jakarta, Senin (31/8/2026). FOTO - Dok BTN
EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) mendukung program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI) dengan menyerahkan 30 unit rumah layak huni beserta sertifikat hak milik (SHM) kepada para pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan. Program ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.
Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki hunian yang layak, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.
“Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini,” ujar Hashim dalam Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi inisiatif Rumah Cahaya yang dinilainya menjadi contoh nyata kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung penyediaan hunian layak. Menurutnya, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan perumahan di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Rumah Cahaya dan Pak Nixon karena program ini tepat sasaran,” ujar Maruarar.
Maruarar menilai program Rumah Cahaya memiliki makna penting karena diberikan kepada para pahlawan bangsa yang telah berjasa, baik di medan perjuangan maupun melalui kontribusi di bidang lainnya, termasuk olahraga.
“Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata. Sekali lagi, terima kasih, karena ini adalah wujud nyata kolaborasi,” katanya.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan BTN merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program Rumah Cahaya. Menurutnya, perhatian terhadap perumahan tidak berhenti pada upaya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mencakup penyediaan hunian yang layak bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia. Hari ini kita ingin mengatakan bahwa jasa mereka tidak pernah sia-sia dan tidak pernah dilupakan,” ujar Nixon.
Nixon menambahkan, penyerahan SHM menjadi bagian penting dari program tersebut karena memastikan rumah yang diterima benar-benar menjadi milik para penerima dan dapat menjadi aset bagi keluarga.
Related News
Investor Terkunci, Bos ini Melenggang Exit dengan Harga Premium
Lanjut! HP Capital Lego Jutaan Saham Emiten Hapsoro
Efek Kejut MSCI, Market Cap 10 Emiten Terjun Bebas, DSSA?
Nasib DSSA, BREN, dan CUAN Setelah Kena Sanksi Rp2,1 Triliun
Manuver Morgan Stanley Sebelum MSCI Tebar Ancaman
Ledakan Data Center, DMAS Naikkan Target Prapenjualan 42 Persen





