EmitenNews.com - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) resmi memberhentikan Willix Halim dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perseroan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (11/6/2026).

Seiring keputusan tersebut, pemegang saham menyetujui penunjukan Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama hingga Perseroan menetapkan pemimpin definitif melalui Rapat Umum Pemegang Saham selanjutnya.

Dalam keterbukaan informasi, Selasa (16/6/2026), manajemen BUKA juga menyampaikan bahwa Perseroan mengangkat kembali Natalia Firmansyah dan Victor Putra Lesmana sebagai Direktur untuk melanjutkan masa jabatan sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Dengan demikian, untuk sementara waktu struktur Direksi BUKA hanya terdiri dari Natalia Firmansyah sebagai Direktur sekaligus Plt Direktur Utama dan Victor Putra Lesmana sebagai Direktur.

Akhiri Jabatan Yenny Wahid, Datangkan Mantan Kapolri 

Tak hanya jajaran Direksi, pemegang saham juga melakukan perubahan pada kursi Dewan Komisaris. Perseroan mengakhiri masa jabatan Zannuba Arifah Chafsoh Rahman sebagai Komisaris Independen dan memberikan pelunasan serta pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) atas tugas pengawasan yang telah dijalankan sepanjang tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan.

Sebagai penggantinya, pemegang saham menyetujui pengangkatan Sutarman sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.

Pada saat yang sama, posisi Adi Wardhana Sariaatmadja berubah dari sebelumnya Komisaris Utama menjadi Komisaris.

Pasca-RUPST, susunan Dewan Komisaris BUKA terdiri dari Sutarman sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, Adi Wardhana Sariaatmadja sebagai Komisaris, serta Jay Geoffrey Wacher sebagai Komisaris.

Sebagai informasi, Sutarmman menjabat Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri (2013 – 2015), Kabareskrim Polri (2011 – 2013), dan Kapolda Metro Jaya (2010 – 2011).

Ia menyelesaikan pendidikan Magister Hukum dari Universitas Narotama (2006) dan Sarjana Ilmu Kepolisian, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1986).