Bukan Negara Penempatan Resmi, 100 Ribu WNI Sudah Bekerja di Kamboja
:
0
Ilustrasi pekerja migran Indonesia di Kamboja. Dok. Kemlu.
EmitenNews.com - Kamboja menjadi salah satu negara tujuan para pekerja migran Indonesia untuk mencari nafkah. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 100.000 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara yang bukan penempatan resmi tenaga kerja Indonesia itu. Mereka tersebar di berbagai sektor, baik formal maupun informal.
Menko Muhaimin Iskandar mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya yang dikutip Selasa (28/20/2025).
“Di Kamboja itu terakhir ada sekitar 100 ribu orang. Seratus ribu orang itu baik yang bekerja di sektor tertentu maupun yang men-support makanannya, konsumsi hariannya,” ujar Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Menko yang karib disapa Cak Imin itu, menjelaskan bahwa banyak pekerja migran asal Indonesia menekuni sektor kuliner di Kamboja. “Makanya di sana ada Soto Lamongan, ada rujak cingur, Pecel Madiun. Banyak di sana.”
Meski begitu sejauh ini belum ada kerja sama resmi antara Indonesia dan Kamboja terkait penempatan serta perlindungan pekerja migran. Kondisi ini membuat pekerja migran Indonesia di Kamboja sangat rentan terhadap eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang.
“Kita terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja migran kita,” tegas Ketua Umum PKB itu.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja di Kamboja. Pasalnya, negara tersebut tidak memiliki sistem perlindungan yang memadai bagi tenaga kerja asing. Banyak kasus penipuan dan eksploitasi yang berawal dari iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri, termasuk di Kamboja.
“Karena belum ada sistem yang menjadi bagian dari perlindungan utama. Itu Kamboja,” kata Cak Imin.
Meski menegaskan Kamboja bukan negara tujuan resmi, pemerintah tetap berupaya melindungi warga negara yang sudah terlanjur bekerja di sana. Kalau sudah telanjur di sana, kata Muhaimin, harus ada upaya-upaya sistematis perlindungan yang dilakukan oleh P2MI dan seluruh lintas sektor.
Cak Imin meminta agar para pekerja migran yang masih berada di Kamboja terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.
Related News
Warga Penuhi SPBU Antre BBM Usai Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu
Temui PM Wong, Pramono Buka Ruang Investasi Singapura di Jakarta
Bahlil Sebut Rp22,4T Anggaran ESDM 2027 untuk Rakyat, Ini Prioritasnya
Global Bond Perdana Diborong AS, Danantara Pede Bidik Tenor 30 Tahun
BUMN Perkebunan Ini Belajar Ternak Ayam Untuk Pasok MBG
Terjadi Jual Beli Audit BPK, ICW Beberkan Bukti Sejak Kasus Achsanul





