Bukan Ojol, GOTO Cetak Laba Rp1,16 Triliun Berkat Bisnis Paylater
:
0
Bukan Ojol, GOTO Cetak Laba Rp1,16 Triliun Berkat Bisnis Paylater. Dok. Teknologi.id
EmitenNews.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya membuktikan bahwa model bisnis mereka bisa menghasilkan uang beneran, bukan sekadar janji manis bakar uang demi pertumbuhan pengguna. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, perusahaan ini sukses membalikkan keadaan dengan mencetak laba bersih sebesar Rp864,17 miliar.
Pencapaian ini berbalik seratus delapan puluh derajat dari periode yang sama tahun lalu, di mana mereka masih menanggung rugi bersih hampir satu triliun rupiah, tepatnya Rp996,97 miliar. Jika kita melihat porsi laba yang menjadi hak pemilik entitas induk, angkanya jauh lebih fantastis yakni menembus Rp1,16 triliun (9M2026). Bahkan, khusus untuk kuartal ketiga saja (Juli–September 2026), laju laba bersih mereka terpantau semakin kencang dengan menyumbang kisaran Rp441 miliar.
Kunci keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan GOTO mendongkrak total pendapatan bersih mereka hingga tumbuh dua puluh empat persen menjadi Rp16,54 triliun, melesat jauh dari Rp13,29 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi dapur operasional, mereka juga sudah berhasil mengantongi keuntungan usaha senilai Rp1,13 triliun, sebuah lompatan impresif dari posisi rugi usaha Rp222,36 miliar pada tahun lalu. Hal ini mencerminkan margin keuntungan operasional di level enam koma delapan puluh lima persen yang cukup solid. Pertanyaannya sekarang, bagaimana setiap segmen bisnis GOTO menyumbang keuntungan bagi perusahaan?
Duit Segar dari Layanan Pinjaman dan Kembalian Tokopedia
Rahasia utama di balik rapor biru GOTO tahun ini ternyata bersembunyi di bisnis keuangan mereka, khususnya layanan pinjaman. Bayangkan saja, pendapatan dari sektor pinjaman digital ini meroket gila-gilaan hingga hampir enam puluh persen menjadi Rp4,24 triliun, dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp2,67 triliun.
Performa cemerlang dari bisnis utang-piutang digital ini sukses menyulap divisi teknologi keuangan GOTO yang tadinya tekor Rp346,67 miliar menjadi penyumbang laba usaha sebesar Rp781,27 miliar. Total pendapatan bersih divisi keuangan ini pun meningkat dari Rp3,67 triliun menjadi Rp5,79 triliun.
Tidak cuma dari pinjaman, sisa kepemilikan saham minoritas di Tokopedia juga membawa berkah tersendiri tanpa pusing memikirkan beban operasional yang berat. Pendapatan imbalan jasa dari platform belanja online ini naik menjadi Rp786,17 miliar dari sebelumnya Rp627,81 miliar. Menariknya, nyaris seluruh pendapatan e-commerce ini bisa langsung dibukukan sebagai laba usaha senilai Rp674,65 miliar, menjadikan margin segmen ini semakin tebal.
Gojek dan GoSend Makin Cuan Berkat Pelanggan Setia
Di sisi lain, layanan antar-jemput dan kirim barang yang menjadi urat nadi GOTO sejak awal tetap menjadi lumbung pendapatan terbesar. Divisi operasional on-demand ini menyumbang total pendapatan bersih sebesar Rp9,99 triliun, naik lumayan dari Rp9,03 triliun pada tahun lalu.
Related News
Profit RANS Naik 27%, Cuan Jualan Tiket Kalahkan Konten Medsos
Bisnis Biodiesel H. Isam Melejit, Laba Bersih JARR Melonjak 55,9%
Segmen IT Kerek Laba 46%, Astragraphia (ASGR) Bungkus Profit 2 Digit
Era Cukai Mahal, Kretek Mesin & Produk Bebas Asap Dongkrak Laba HMSP
United Tractors (UNTR) Kena 3 Pukulan Sekaligus!
Bisnis Asli Bukalapak Cuan Gede, Tapi Nyungsep Gara-Gara Porto Sendiri





