Bursa Besok Libur, IHSG Hari Ini Dibuka Melorot 1,04 Persen ke 7.027
:
0
Potret monitor IHSG di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (30/4/2026) di zona merah, seiring pelaku pasar mencermati sentimen global berikut juga menjelang libur panjang bursa di akhir pekan.
Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia menetapkan libur perdagangan pada Jumat (1/5/2026) dalam rangka Hari Buruh Internasional. Aktivitas perdagangan akan kembali normal pada Senin (4/5/2026).
Pada pembukaan, IHSG turun 28,61 poin atau 0,4 persen ke level 7.072,62. Pergerakan pasar relatif berimbang dengan 242 saham menguat, 233 saham melemah, dan 484 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat Rp764,7 miliar dengan volume 2,06 miliar saham dalam 105.300 kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di level Rp12.647 triliun.
Selang 15 menit berjalan, IHSG lanjut terperosok turun 73,96 poin atau 1,04 persen ke level 7.027,26.
Fokus investor tertuju pada keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve, data PMI manufaktur China, inflasi PCE AS, serta klaim pengangguran mingguan AS. The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen di tengah perbedaan pandangan internal.
Tekanan eksternal juga datang dari pelemahan rupiah yang bergerak di atas Rp17.300 per dolar AS, di tengah lonjakan harga minyak global yang mendekati USD120 per barel. Kondisi ini mendorong respons stabilisasi dari otoritas moneter.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,41 persen ke level 7.101,23, meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dengan tekanan pada saham-saham perbankan besar seperti Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas untuk menguat. B
erdasarkan riset PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, indeks tengah mencoba rebound dengan kisaran support di level 7.014 dan 6.917, sementara resistance berada di rentang 7.244 hingga 7.346. Ruang penguatan dinilai masih terbatas selama tekanan eksternal, khususnya dari nilai tukar dan harga energi, belum mereda. (*)
Related News
IHSG Rontok ke 4.904, 624 Saham Anjlok, TMPO Malah Naik Paling Tinggi
IHSG Mendadak Jebol ke 4.910 Dekati 3,6% Penurunan, Ada Apa?
Jeda Siang, IHSG Sesi I (3/11) Berbalik Arah dan Anjlok 2,62% ke 4.963
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada
Wall Street Jeblok, IHSG Lanjut Menguat





