Caplok Anak Usaha Petrosea, SINI Gelar Rights Issue Jumbo
:
0
PT SIngaraja Putra Tbk (SINI) menjalakan kegiatan usaha tambang batubara melalui anak usaha PT Dwi Daya Swakarya
EmitenNews.com - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) bersiap menggelar aksi korporasi besar lewat Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue, dengan menerbitkan maksimal 721,5 juta saham baru bernominal Rp100 per saham.
Dana segar dari aksi ini salah satunya akan dipakai untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp1,73 triliun.
Nilai akuisisi tersebut setara 110,27% dari total aset SINI, sehingga masuk kategori transaksi material sesuai ketentuan POJK No.17/2020. Dalam skema ini, SINI akan mengambil alih 507,38 juta saham KMS atau setara 99,995% modal ditempatkan dan disetor perusahaan tersebut.
Tak hanya untuk ekspansi, dana rights issue juga akan dialokasikan untuk pelunasan lebih awal utang kepada kreditur serta tambahan modal kerja perseroan.
Transaksi afiliasi
Menariknya, transaksi ini juga tergolong transaksi afiliasi. Meski SINI dan Petrosea tidak terafiliasi langsung, PTRO memiliki hubungan afiliasi dengan salah satu pengendali SINI, yakni Hapsoro, yang juga menjadi pemegang saham utama tidak langsung di Petrosea. Namun perseroan menegaskan transaksi ini bukan benturan kepentingan.
“Rencana Pengambilalihan KMS adalah sebuah transaksi afiliasi. Namun, bukan merupakan transaksi benturan kepentingan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis (16/4/2026).
Jadwal RUPS dan izin regulator
Rights issue ini masih menunggu restu pemegang saham dalam RUPS yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026, sebelum kemudian diajukan ke OJK untuk memperoleh pernyataan efektif.
Jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPS sampai dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





