IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

CPO Potensial Jadi Penyangga Koreksi IHSG

21/04/2021, 08:47 WIB

CPO Potensial Jadi Penyangga Koreksi IHSG

EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali melemah untuk kali kedua pekan ini. Dow Jones melemah 256 poin (0,75 persen) pada level 33,821. S&P 500 terkoreksi 28 poin (0,68 persen) menjadi 4,135. Nasdaq anjlok 129 poin (0,92 persen) ke posisi 13,786. Dan, EIDO melepuh 0,20 poin (0,92 persen) ke level 21,56. 


Kejatuhan Wall Street itu terjadi di tengah laporan keuangan emiten kuartal pertama 2021 solid. Kekhawatiran investor proses pemulihan ekonomi global akan terhambat seiring lonjakan penularan kasus Covid-19.


Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperingatkan kasus baru Covid-19 dunia bergerak menuju level tertinggi. Selaras peringatan itu, saham-saham diuntungkan dengan pembukaan ekonomi mengalami koreksi cukup signifikan. Misalnya, American Airlines tereduksi 5,5 persen, Carnival dan Norwegian Cruise Line masing-masing menukik lebih dari 4 persen. 


Berdasar data Earning Scout mayoritas dari perusahaan komponen penyusun indeks S&P 500 sudah melaporkan laporan keuangan kuartal satu tahun ini. Dan, tidak kurang dari 90 persen membukukan kinerja 20 persen di atas ekspektasi pasar. Pencapaian itu, tiga kali lipat dari rata-rata histori. 


Menurut Mino, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas koreksi indeks di bursa Wall Street dipicu kekhawatiran investor terhadap prospek pemulihan ekonomi global seiring peringatan WHO, kalau kasus Sovid-19 kembali bergerak menuju level tertinggi, akan menjadi sentimen negatif pasar. 


Sementara itu, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50 persen, dan lonjakan harga CPO, timah, emas berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG). Indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan support 5.990, dan resisten 6.090.


Saham-saham laik koleksi antara lain Bank Mandiri (BMRI) buy on weakness dengan support Rp6.150, dan resisten Rp6.300. Charoen Pokphand (CPIN) beli pada support Rp7.500, dan resisten Rp7.750. Ciputra Development (CTRA) beli pada support Rp1.150, dan resisten Rp1.210, dan Indo Tambangraya Megah buy on weakness dengan support Rp11.975, dan resisten Rp12.600. (*)


Author: J S