EmitenNews.com - PT CARSURIN Tbk (CSRN), perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) pertama di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, menggelar Public Expose 2026 guna memaparkan kinerja Perseroan tahun buku 2025, proyeksi bisnis tahun 2026, serta arah strategis Perseroan dalam mendukung transformasi ekonomi hijau dan pertumbuhan industri berkelanjutan di Indonesia.

Dalam kegiatan Public Expose tersebut, Perseroan menyampaikan bahwa strategi pertumbuhan perusahaan ke depan akan berfokus pada pengembangan layanan yang relevan dengan pengujian lingkungan, keberlanjutan, transformasi digital, serta penguatan ekosistem kendaraan listrik (EV).

Direktur Utama PT CARSURIN Tbk, Erwin Manurung, menyampaikan bahwa Perseroan terus memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya bagi sektor industri dan pemerintahan melalui layanan TIC yang mendukung keamanan, kualitas, kepatuhan, dan mitigasi risiko.

“Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan keberlanjutan, verifikasi emisi, ekosistem kendaraan listrik, pengujian mineral strategis, serta transformasi digital di berbagai sektor industri. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi hijau, Perseroan terus mengembangkan layanan di bidang sertifikasi Gas Rumah Kaca (GRK), Perdagangan Karbon, Pegujian Baterai EV, verifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), hingga layanan pengujian bijih nikel untuk mendukung rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

Selain itu, Perseroan juga memperkuat kapabilitas digital melalui pengembangan solusi drone otonom, analitik berbasis Artificial Intelligence (AI), serta solusi terintegrasi untuk sektor pertambangan. Perseroan juga membuka CARSURIN Academy untuk publik sebagai bagian dari komitmen pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kompetensi industry.

Dari sisi operasional, Perseroan terus memperluas jaringan layanan dengan memiliki 21 cabang dan 18 laboratorium yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia.

Perseroan juga melakukan pengembangan fasilitas baru di Halmahera Sofifi dan Morowali, serta pembangunan kantor dan laboratorium mineral di Pontianak guna mendukung peningkatan kapasitas layanan sektor mineral dan nikel.

Kinerja Keuangan dan Proyeksi ke Depan

Pada tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp504,96 miliar dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan naik 22,42% dari tahun 2025 menjadi Rp618,16 miliar pada tahun 2026. Kontribusi terbesar masih berasal dari layanan inspeksi dan pengujian yang menjadi core business Perseroan.