Cum Date Usai, Mantan Bos BBCA Bakal Raup Dividen Rp10,06 Miliar
Gedung Menara BCA berdiri kukuh menantang langit di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. FOTO - Emitennews
EmitenNews.com - Perburuan saham untuk menikmati dividen final Bank BCA (BBCA) berakhir. Cum date dividen bank di bawah bendera Grup Djarum tersebut terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026. Tidak lazim, kala cum date itu, saham BCA justru terperosok 2,55 persen alias 175 poin menjadi Rp6.700.
Sekadar informasi, BCA bakal menyalurkan sisa dividen Rp34,52 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 60 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp57,53 triliun. So, para investor akan mendapat suntikan dividen tunai senilai Rp281 per eksemplar. Pembayaran dividen pada 8 April 2026.
Dewan komisaris, dan direksi bakal mencicipi dividen perseroan. Misalnya, Jahja Setia Atmadja akan kecipratan dividen Rp10,06 miliar. Itu hasil dari kepemilikan saham BCA sebanyak 35,8 juta helai setara 0,03 persen. Maklum, mantan orang nomor wahid BCA itu, pada 25 Maret 2026 menambah muatan 802.056 helai pada Rp6.982 per saham senilai Rp5,59 miliar.
Menyusul kemudian, Lianawaty Suwono akan kebagian Rp1,09 miliar. Itu mewakili porsi 3,9 juta saham setara 0,003 persen, setelah pada Jumat, 25 Maret 2026 menyerok 465.825 helai Rp6.982 sejumlah Rp3,25 miliar. Frengky Chandra Kusuma akan menerima dividen Rp796,89 juta, dari kepemilikan saham 0,002 persen alias 2,83 juta lembar.
Jumat, 25 Maret 2026, Frengky menjala 406.990 helai senilai Rp2,83 miliar. Selanjutnya, A Widodo Mulyono akan mendapat Rp191,47 juta, dari kepemilikan 681.407 saham alias 0,001 persen. Jumat, 25 Maret 2026, Widodo menyerap 240.569 saham sebesar Rp1,67 miliar. Lalu, Hendra Tanumihardja kebagian Rp95,86 juta, mewakili kepemilikan 341.139 helai, setelah menambah 147.933 lembar senilai Rp1,03 miliar.
Dengan porsi 1,43 juta helai atau 0,001 persen, Haryanto Tiara Budiman akan mendapat dividen Rp403,74 juta. Sebelumnya, Haryanto menjala 379.428 lembar senilai Rp2,64 miliar. Tan Ho Hien/Subur kecipratan Rp3,31 miliar mewakili porsi 11,78 juta saham setara 0,01 persen. Sebelumnya, Subur mengeksekusi 618.958 helai sejumlah Rp4,32 miliar.
Vera Eve Lim dengan porsi 3,28 juta helai alias 0,003 persen akan menerima Rp922,09 juta. Jelang cum date, Vera menyerap 549.859 saham senilai Rp3,83 miliar. Berikutnya, Santoso dengan porsi 3,76 juta lembar alias 0,003 persen akan mendapat Rp1,05 miliar. Santoso sebelumnya menyerok 495.034 helai sebesar Rp3,45 miliar.
Kemudian, Tonny Kusnadi akan menerima Rp2,19 miliar mewakili 7,81 juta saham setara 0,006 persen. Sebelumnya, Tonny mengemas 317.892 helai senilai Rp2,21 miliar. Menyusul John Kosasih dengan porsi 1,72 juta helai alias 0,001 persen akan memperoleh Rp483,52 juta. John sebelumnya menambah 626.237 helai senilai Rp4,37 miliar.
Terakhir, Gregory Hendra Lembong sebagai presiden direktur saat ini, akan mendapat Rp749,4 juta mewakili porsi 2,66 juta lembar setara 0,002 persen. Sebelumnya, Hendra menjala 1,13 juta lembar setara Rp7,92 miliar. Catatan ini, berdasar data porsi kepemilikan saham dewan komisaris dan direksi edisi 25 Maret 2026. kalau pengurus BCA melakukan akumulasi edidi 26-27 Maret 2026, tentu ceritanya akan lain. (*)
Related News
Defisit Susut, Laba SIPD Melambung 783,13 Persen
DSSA Beber Penyebab Saham Terjun Bebas
Sepanjang 2025 Laba CYBR Terbang 8.352 Persen
Lakoni Episode Negatif, Emiten Sri Tahir (SRAJ) Defisit Rp747 Miliar
Meroket 874 Persen, ARCI Koleksi Laba USD101,82 Juta
Emiten Gocap GRPH Ungkap Aksi Divestasi Saham Pengendali





