EmitenNews.com - Tri Bayan Tirta (ALTO) sepanjang 2022 kembali rugi Rp16,05 miliar. Rugi makin curam 80 persen dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp8,89 miliar. Jadi, rugi per saham dasar menjadi Rp7,32 dari episode sama tahun sebelumnya hanya Rp4,06 per eksemplar. 


Penjualan Rp409,16 miliar, melejit 11 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp366,96 miliar. Beban pokok penjualan Rp375,41 miliar, bengkak 13 persen dari fase sama 2021 sebesar Rp330,90 miliar. Laba kotor Rp33,74 miliar, mengalami koreksi 6 persen dari episode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp36,06 miliar. 


Beban penjualan Rp14,15 miliar, bengkak dari Rp11,64 miliar. Beban umum dan administrasi Rp17,75 miliar susut dari Rp18,79 miliar. Penghasilan lain-lain bersih Rp2,02 miliar, melambung dari tekor Rp774 juta. Laba usaha Rp3,80 miliar, turun dari periode sama tahun sebelumnya Rp4,84 miliar. Penghasilan keuangan Rp55,18 juta, turun dari Rp69,94 juta. 


Beban keuangan Rp10,66 miliar, turun dari posisi sama tahun sebelumnya Rp12,17 miliar. Rugi sebelum beban pajak penghasilan Rp6,74 miliar, susut dari Rp7,25 miliar. Beban pajak tangguhan Rp9,38 miliar, bengkak dari Rp1,67 miliar. Rugi bersih tahun berjalan Rp16,12 miliar, bengkak dari Rp8,93 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp348,91 miliar, turun dari edisi sama akhir 2021 sebesar Rp363,83 miliar. Defisit Rp184,18 miliar, bengkak dari Rp168,13 miliar. Total liabilitas Rp674,40 miliar, turun dari akhir 2021 senilai Rp725,37 miliar. Jumlah aset Rp1,02 triliun, susut dari akhir 2021 sebesar Rp1,08 triliun. (*)