Dibuang MSCI, TPIA Bagi Dividen USD30 Juta, Laba Asli atau Kosmetik?
:
0
Dibuang MSCI, TPIA Bagi Dividen USD30 Juta, Laba Asli atau Kosmetik? Dok. emitennews
EmitenNews.com - Pada bagian pertama, kita telah membongkar secara forensik keungan, bahwa keuntungan miliaran dolar TPIA tahun 2025 murni merupakan ilusi akuntansi non-kas yang disokong oleh penarikan utang baru demi mendanai ekspansi agresif.
Baca Juga Part 1: Bisa Bagi Dividen Tapi Saham Ambruk 62%, Ini Alasan TPIA Dihukum MSCI
Kini, bagaimana realitas kas internal yang ketat tersebut bertembung dengan aturan main di pasar sekunder hingga memicu pembuangan barang massal oleh investor institusi global?
Sejarah Panjang TPIA dari Pabrik Kimia hingga Raksasa Regional
Untuk memahami anatomi bisnis TPIA, kita harus menengok jauh ke belakang. Saham yang kini berkode TPIA awalnya melantai di bursa pada tanggal 26 Juli 1996 menggunakan nama PT Tri Polyta Indonesia Tbk. Pada saat Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) tiga dekade lalu, harga sahamnya ditawarkan sebesar Rp2.200 per saham.
Titik balik sejarahnya terjadi pada 1 Januari 2011 saat perusahaan melakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT Chandra Asri, yang kemudian melahirkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Seiring meluasnya diversifikasi atau pelebaran bisnis di luar sektor kimia dasar, pada awal tahun 2024 manajemen mengubah identitas resminya menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Perubahan ini menandai transformasi penuh dari sekadar pabrik kimia domestik menjadi perusahaan induk investasi infrastruktur berskala regional.
Poros Kepemilikan TPIA dan Tragedi MSCI
Kondisi keuangan TPIA yang keropos berjalan beriringan dengan masalah kepemilikan modal TPIA di pasar sekunder.
Berdasarkan data KSEI per 31 Maret 2026, aliansi tiga poros pengendali utama yaitu Poros Prajogo Pangestu lewat Barito Pacific (34,63%) dan pribadi (5,03%), Poros SCG Chemicals Thailand (30,57%), serta PT Top Investment Indonesia (15,00%), ditambah investor jangkar lainnya, telah mengunci 90,85% total saham perusahaan. Hal ini membuat porsi saham yang benar benar beredar bebas di publik (real free float) hanya tersisa 9,15%.
Related News
Bisa Bagi Dividen Tapi Saham Ambruk 62%, Ini Alasan TPIA Dihukum MSCI
Bisnis AMMN Aman? Saham Konsorsium Para Taipan yang Dihempas MSCI
Fundamental Bisnis DSSA, Anak Emas Sinarmas yang Dibuang MSCI
13 Saham Keluar MSCI Small Cap, Free Float ANTM Semu atau Beda Rumus?
IHSG Anjlok Imbas MSCI: Incar Saham Diskon, Jauhi Saham Sampah!
Evaluasi MSCI Juni Menanti, Mampukah 8 Jurus Reformasi Tahan Tsunami?





