Digandeng Nutrisari, Era Media (DOOH) Incar Pendapatan Rp4,1 T di 2024
:
0
EmitenNews.com - Era Media Sejahtera, Tbk (DOOH) atau SSPACE sedang merampungkan kerjasamanya dengan 25 pemegang merek dari berbagai industri seperti FMCG, Kosmetik, Food & Beverages, Transportasi, dan Pemerintahan.
Media iklan SSPACE saat ini tersebar di 13.800 titik lokasi di 38 provinsi di Indonesia, dan dengan harga sewa pasaran papan tayang pariwara sekitar 300 Juta per tahun per titik.
“Diharapkan Perseroan dapat mencapai potensi pendapatan sekitar 4,1 Triliun pada tahun mendatang,” ujar CEO DOOH, Vicktor Aritonang kepada media, Kamis (14/12/2023)
Ia bilang, perseroan dengan dukungan kekuatan ekosistem media aset SSPACE diharapkan dapat mengoptimasi kampanye promosi produk dari para pemegang merek yang dapat memberikan dampak bagi kinerja penjualan produk, serta memperkuat posisi DOOH pada pasar global dan menghadirkan nilai tambah yang optimal bagi para pelanggan dan pemangku kepentingan.
Terbaru, kata dia, perseroan akan menayangkan pariwara PT. Heavenly Nutrition Indonesia dengan jangka waktu kontrak yang berkelanjutan.
Jelasnya, perseroan akan menayangkan merek dagang NutriSari DonDong iklan pada ekosistem media iklan Passenger Information Display (PID), Bus Branding dan OOH-Billboard.
Dalam kerjasama ini, PT. Heavenly Nutrition Indonesia akan fokus memperkenalkan NutriSari DonDong kepada masyarakat luas dengan memanfaatkan unique selling proposition SSPACE, yaitu sistem ROAS (Return On Ad Spend) dimana selain memberikan layanan periklanan, SSPACE juga menggaransi konversi nilai penayangan iklan setara dengan penjualan produk yang akan didistribusikan ke lebih dari 168.000 mitra retail SSPACE.
Related News
Kurangi Porsi Sang Komut Tetap Pengendali Saham Atlantis Subsea (ATLA)
SMSM Raih Dividen Nyaris Rp3M dari Entitas Anak Tokyo Radiator Selamat
Data 5,7 Juta Akun Pelanggan Dibobol, FORE Minta Maaf dan Lakukan Ini
CIMB Niaga (BNGA) Ungkap Perolehan Keuangan 9 Bulan Pertama 2026
ENRG Targetkan Investasi di Emiten NASDAQ HighPeak Rampung Akhir 2026
Laba Indosat (ISAT) Melesat 37,2% Jadi Rp4,92 Triliun Hingga Q3 2026





