EmitenNews.com - Isu Barito Energy (BREN) mencaplok Archi Indonesia (ARCI) terus menggelinding. Sejumlah respons bermunculan ke permukaan menanggapi aksi emiten asuhan Prajogo Pangestu tersebut. Kali ini, giliran manajemen Archi Indonesia buka suara. 


Menariknya, manajemen Archi Indonesia mengaku tidak tahu menahu seputar rumor tersebut. Tepatnya, tidak mengetahui fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perseroan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015.


Seluruh informasi atau fakta material perseroan telah disampaikan kepada publik sesuai dengan regulasi pasar modal berlaku. Perseroan juga tidak mengetahui aktivitas pemegang saham tertentu perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017.


”Sampai saat ini, perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian penting lain bersifat material, dapat mempengaruhi kelangsungan hidup, dan dapat mempengaruhi harga saham yang belum diungkap kepada publik,” tegas Hidayat Dwiputro Sulaksono, Corporate Secretary Archi Indonesia.


Sebelumnya, Barito Energy disebut-sebut tengah melirik Archi Indonesia (ARCI). Emiten besutan Prajogo Pangestu itu, dirumorkan mengincar potensi panas bumi Archi Indonesia. Namun, kabar burung tersebut, buru-buru dibantah oleh manajemen Barito Energy. ”Kami sampaikan kalau isu tersebut tidak benar,” tepis Merly, Direktur & Corporate Secretary Barito Renewables Energy. 


Merly melanjutkan, pihaknya tidak memiliki rencana mengenai akuisisi saham Archi Indonesia. Selain itu, perseroan tidak ikut serta dalam proses bidding seperti diberitakan. ”Tidak ada itu dalam rencana kami untuk mengakuisisi saham Archi Indonesia,” elaknya. 


Per 30 September 2023, Barito Energy mencatat laba bersih USD84,47 juta. Surplus 12 persen dari episode sama tahun sebelumnya hanya senilai USD75,15 juta. Lompatan laba bersih itu, seiring dengan performa positif pendapatan.


Di mana, sepanjang sembilan bulan 2023 itu, pendapatan terakumulasi USD445,27 juta. Tumbuh 5,13 persen dari periode sama tahun lalu senilai USD423,51 juta. Beban depresiasi dan amortisasi UsD55,05 juta, bengkak tipis dari episode sama tahun lalu USD49,78 juta. Beban kompensasi dan tunjangan karyawan USD31,74 juta, naik tipis dari USD31,18 juta. 


Beban konsultan dan teknisi USD12,68 juta, bengkak dari USD10,92 juta. Tunjangan produksi kepada Pertamina Geothermal Energy USD13,65 juta, naik tipis dari USD12,25 juta. Beban keuangan USD100,54 juta, membengkak dari edisi sama tahun lalu USD62,66 juta. Keuntungan selisih kurs mata uang asing USD944 dari minus USD803.


Pendapatan bunga USD7,21 juta, melesat 763 persen dari episode sama tahun sebelumnya USD836. Lain-lain bersih USD16,04 juta, bengkak dari periode sama tahun sebelumnya USD15,01 juta. Laba sebelum pajak penghasilan USD223,7 juta, susut dari posisi sama tahun lalu USD241,71 juta. Beban pajak penghasilan USD109,95 juta, bengkak tipis dari edisi sama tahun lalu USD103,72 juta. 


Laba periode berjalan USD113,74 juta, merosot 17 persen dari posisi sama tahun lalu USD137,99 juta. Total ekuitas USD460,28 juta, menanjak dari akhir 2022 senilai USD435 juta. Total liabilitas USD3,02 miliar, bengkak 2,37 persen dari akhir tahun lalu USD2,95 juta. Total aset naik tipis menjadi USD3,48 miliar dari akhir tahun lalu USD3,39 miliar. (*)