Disorot BEI, GPSO Buka-Bukaan Soal Penjajakan Aksi Korporasi
:
0
Manajemen PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO)
EmitenNews.com - Di tengah sorotan otoritas bursa terhadap volatilitas pergerakan sahamnya, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) mengungkapkan tengah menjajaki sejumlah opsi aksi korporasi. Langkah ini diakui manajemen sebagai bagian dari upaya strategis perseroan, meski hingga kini belum ada keputusan final yang diambil.
Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro, menyampaikan bahwa penjajakan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga belum terdapat rencana aksi korporasi yang bersifat final atau berdampak langsung terhadap pencatatan saham perseroan dalam waktu dekat.
“Perseroan saat ini sedang melakukan penjajakan terhadap beberapa opsi rencana korporasi,” tulis Dionysius Tjokro dalam surat klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat nomor 082/CORP/GPSO-JKT/III/26, Kamis, (5/3/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai respons atas permintaan penjelasan dari BEI terkait volatilitas transaksi efek perseroan yang menjadi perhatian bursa dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, manajemen GPSO menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan maupun keputusan investasi pemodal secara tiba-tiba.
Perseroan juga memastikan bahwa seluruh informasi penting yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha telah diungkapkan kepada publik sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.
Terkait aktivitas pemegang saham, manajemen memastikan tidak terdapat indikasi pergerakan kepemilikan dari pemegang saham tertentu. Berdasarkan konfirmasi Sekretaris Perusahaan kepada pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama, tidak ada rencana perubahan kepemilikan saham dalam waktu dekat.
Manajemen menyatakan akan segera menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik apabila penjajakan rencana korporasi tersebut telah mencapai tahap kepastian atau bersifat final sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
Related News
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!
SILO Ngebut di Awal 2026, Laba Melonjak Hampir 15 Persen!
LABA Terus Jualan Saham KRYA, Nilainya Tembus Rp6,63M di April 2026





