Diversifikasi Bisnis, SOLA Patok Pendapatan 2026 Tumbuh 23,5 Persen
:
0
Pengurus Xolare Energy usai pelaksanaan RUPS Tahunan tahun buku 2025 di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Xolare RCR Energy (SOLA) memproyeksi, pendapatan sepanjang 2026 mencapai Rp412,57 miliar. Melejit 23,5 persen dibanding realisasi 2025 sebesar Rp333,99 miliar. Sejalan kenaikan omzet itu, SOLA menarget laba tahun berjalan tahun ini Rp52,74 miliar. Mengalami peningkatan dari edisi sama 2025 sebesar Rp44,66 miliar.
Menurut Direktur Utama Xolare, Mochamad Bhadaiwi, upaya mengejar pertumbuhan kinerja keuangan itu akan ditopang strategi SOLA terkait dengan penguatan visibilitas pendapatan, meningkatkan backlog konstruksi dan melakukan diversifikasi usaha. "Fokus pipeline diarahkan untuk memperkuat revenue visibility, backlog konstruksi, dan diversifikasi produk/layanan Perseroan," kata Bhadaiwi di Jakarta, Senin (15/6).
Sebagai bagian dari strategi tersebut, lanjut dia, Xolare menetapkan tiga pilar pertumbuhan pada tahun ini, yakni jalan hauling dan konstruksi tambang di Sumatera dan Kalimantan. Perseroan membidik peluang peningkatan dan pemeliharaan jalan hauling batubara, sekaligus menawarkan solusi cement treated base (CTB) maupun cement treated recycled base (CTRB), stabilisasi tanah, aspal emulsi hingga metode double chip seal, serta peluang proyek baru dan pesanan berulang dari pelanggan eksisting.
Pada pilar kedua difokuskan pada pengembangan produk aspal dan material industrial grade. Bhadaiwi menyampaikan, SOLA berencana memperluas pemasaran aspal emulsi, polymer modified bitumen (PMB), cold mix asphalt, pelapis, produk kedap air dan membran bitumen. Strategi ini diperkuat melalui skema call-off order untuk pelanggan di sektor migas, pertambangan, dan infrastruktur, serta optimalisasi jaringan pabrik di Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Sementara itu, pada lini energi terbarukan dan industrial engineering, procurement and construction (EPC), ujar Bhadaiwi, Perseroan mengembangkan sejumlah peluang melalui pipeline EPC pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pengembangan PLTS berbasis independent power producer (IPP), serta penyediaan jasa EPC dan pemeliharaan untuk sektor migas dan energi.
Untuk mendukung target pertumbuhan, saat ini SOLA sedang mengerjakan sejumlah proyek, seperti peningkatan jalan hauling batubara PT Servo Lintas Raya sepanjang 36 kilometer, pembangunan kawasan kantor dan mess Wisma Titan, konstruksi jalan hauling sepanjang 10 kilometer dengan metode double chip seal untuk PT Royalltama Mulia Konstruksi, serta pelaksanaan call-off order aspal emulsi untuk PT Pertamina Hulu Rokan. Perseroan juga memasok aspal polimer, aspal emulsi dan cold mix asphalt kepada kontraktor untuk pekerjaan jalan nasional maupun jalan tol.
Selain membidik pertumbuhan pendapatan dan laba, Xolare juga memproyeksikan peningkatan posisi keuangan pada 2026. Total aset diperkirakan meningkat menjadi Rp351,39 miliar dari Rp309,86 miliar pada 2025. Adapun total ekuitas diproyeksikan bertumbuh menjadi Rp245,37 miliar dari Rp192,63 miliar, sedangkan total liabilitas diperkirakan menurun menjadi Rp106,02 miliar dari Rp117,22 miliar pada tahun sebelumnya.
Lebih lanjut Bhadaiwi menyebutkan, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar. "RUPTL 2025-2034 mendorong pertumbuhan PLTS, EBT dan storage," kata Bhadaiwi seraya mengatakan bahwa implementasi teknologi penangkapan karbon dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.
Selain itu, Perseroan menilai bahwa kebutuhan pembangunan dan preservasi jalan akan tetap tinggi, seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur nasional. Indonesia juga membutuhkan aspal dalam jumlah besar, sedangkan kebutuhan jalan industri, jalan tambang, kawasan logistik dan akses pelabuhan terus meningkat, sehingga membuka peluang bagi produk dan layanan yang dimiliki Xolare.
"Regulasi CCUS membuka peluang kebutuhan dekarbonisasi industri untuk pengembangan nilai ekonomi karbon membuka peluang baru bagi Perseroan melalui kerja sama strategis dengan Apolpo LLC," papar Bhadaiwi.
Related News
Peringkat ADCP Digerus ke idCCC, Pefindo Soroti GalBay Kupon Obligasi
Arah Baru, GPSO Selaraskan Strategi Usai Akuisisi oleh Tjokro Group
Perkuat Pasar B2B, GULA Bidik Akuisisi Pabrik Gula di Sragen
Baru Tuntas, ASII Lanjut Buyback Rp8 Triliun
WINE Putuskan Penyaluran Dividen 24 Persen Laba
Dato’ Sri Tahir Divestasi Saham MPRO, Tambah Free Float?





