EmitenNews.com -Pundi-pundi keuangan investor kawakan yang mendapat julukan Warren Buffett-nya Indonesia, Lo Kheng Hong (LKH) akan semakin tebal dengan masuknya dana segar berupa dividen ke rekeningnya.


Ya, seperti diketahui PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) akan membagikan dividen senilai total Rp398,45 miliar atau Rp 100 per saham dan LKH menjadi bagian dari investor yang berhak menerima upeti itu setelah dia menggenggam saham emiten tersebut.


Sebagaimana keputusan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan pada 22 Juni 2023. Dividen CFIN bakal cair pada tanggal 25 Juli 2023.


Sementara, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) per 16 Juni 2023, kepemilikan Lo Kheng Hong menjadi 203,37 juta lembar saham. Secara persentasedia menggenggam saham CFIN sebesar 5,1%.


Artinya, pada saat dividen CFIN cair, Lo Kheng Hong bakal mendapatkan cuan senilai Rp 2,03 miliar.


Adapun dalam beragam wawancara LKH berkali-kali menekankan bahwa dirinya tertarik berinvestasi di saham dengan valuasi murah tetapi memiliki kinerja keuangan yang baik.


Menurutnya, valuasi harga saham CFIN murah. Selain itu perusahaan pembiayaan ini juga didukung oleh induk perusahaannya PT Bank Pan Indonesia Tbk ( PNBN ) atau Bank Panin.


"Saya membeli saham Clipan Finance Karena murah sekali, diperdagangkan di  price to book value  0,15 kali pada waktu itu. Induk perusahaan Clipan Finance adalah Panin Bank. Bank yang terkuat di Indonesia," kata LKH soal CFIN kepada CNBC Indonesia.


Pada awal tahun 2022, investor ternama itu tercatat memiliki 205.726.800 saham CFIN atau setara dengan 5,16% kepemilikan. Nilai investasi di CFIN tercatat mencapai Rp 51,8 miliarpada awal tahun.


Per 28 Oktober 2022, kepemilikan LKH di CFIN susut menjadi 203.944.700 atau setara dengan 5,12%. Meskipun begitu, nilai investasinya naik menjadi Rp 84,03 miliar.


Kenaikan ini disebabkan harga saham CFIN yang naik signifikan terutama akibat beredar rumor PNBN didekati oleh dua raksasa keuangan Jepang untuk diakuisisi.


Tampaknya, LKH juga memanfaatkan momentum kenaikan harga saham CFIN untuk merealisasikan sebagian keuntungannya sehingga terjadi penurunan porsi kepemilikan.