Diwarnai Rilis Data Perekonomian, IHSG Masih Betah Dalam Rentang Konsolidasi
EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (14/11) turun 0,98% atau 69,81 poin ke level 7.019,39. Total volume perdagangan saham mencapai 25,46 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,71 triliun. Sebanyak 295 saham melemah, 235 saham yang menguat dan 179 saham stagnan.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas mengatakan, untuk hari ini Selasa 15 November 2022, IHSG berpotensi mengalami kenaikan terbatas dan akan bergerak pada range support di level 6954 dan posisi resistance 7141.
Pergerakan IHSG pada hari ini akan diwarnai oleh rilis data perekonomian tentang neraca perdagangan yang disinyalir akan berada dalam kondisi stabil, sedangkan pergerakan IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang tekanan yang masih cukup besar.
Namun potensi gejolak terhadap harga komoditas dan nilai tukar rupiah akan dapat memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang, sehingga hari ini IHSG berpotensi menguat.
Saham-saham pilihan dari Yugen Sekuritas yang disodorkan untuk para pelaku pasar untuk mengawali pekan ini adalah Unilever Indonesia (UNVR), Astra Agro Lestari (AALI), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Indofood (INDF), Alam Sutera Realty (ASRI), Bumi Serpong Damai (BSDE), HM Sampoerna (HMSP) dan PP London Sumatra Indonesia (LSIP).
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
18 dari 19 Emiten Saham Asuransi Kompak Ngegas Hari Ini, Ada Apa?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I
Australia Stop Penyelidikan Antidumping Baja Rebar Indonesia





