Duet Direktur Cabut, Berikut Penjelasan TMAS
:
0
KOMPAK -Pengurus Temas berbincang usaha rapat umum pemegang saham tahunan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Dua direktur Temas (TMAS) hengkang. Yaitu, Inge Supatra, dan Thusitha Manojith Danwatte. Undur diri duet pentolan perseroan tersebut dilatari alasan tidak seragam.
Inge Supatra cabut dari posisi Direktur Inovasi dan Transformasi Digital, karena ada rencana untuk melanjutkan studi pendidikan. Sedang Thusitha Manojith Danwatte resign dari posisi Direktur Procurement dan Technical, dengan alasan kondisi kesehatan kurang baik.
Selanjutnya, untuk mengisi posisi lowong itu, perseroan telah mencari beberapa calon kandidat pengganti sesuai kualifikasi perseroan, melalui beberapa tahapan dengan mematuhi ketentuan dalam anggaran dasar perseroan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Penetapan direktur pengganti akan dibahas, dan mintakan persetujuan atas pengangkatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan pada 27 Maret 2024. ”Pengunduran diri dua pengurus inti perseroan itu, tidak berdampak negatif terhadap operasional perseroan,” tegas Marthalia Vigita, Corporate Secretary Temas.
Berikutnya, strategi perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, dengan menetapkan rencana kerja perseroan baik itu jangka pendek dan panjang, terus berupaya melihat peluang-peluang usaha baru sesuai dengan bisnis perseroan, dan membuka peluang untuk Kerja sama dengan pihak lain.
Ya, sebelumnya Inge Supatra, dan Thusitha Manojith Danwatte hengkang dari posisi masing-masing. Inge Supatra diketahui sebagai direktur inovasi dan transformasi digital, sedang Thusitha Manojith Danwatte menduduki posisi Direktur Procurement dan Technical.
Surat pengunduran kedua direktur itu, telah diterima perseroan pada 16 Februari 2024. Mengenai perubahan direksi perseroan akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 27 Maret mendatang. (*)
Related News
Bangun Museum Majapahit Rp145M, PTPP Ikut Lestarikan Warisan Budaya
Terus Kurangi Porsi, Sang Dirut Kini Hanya Kuasai 14,29% Saham PPRI
Ambil Alih 3 Entitas, Maybank (BNII) jadi Grup Keuangan Terintegrasi
Presdir Terjaring OTT KPK, Saham Summarecon Agung (SMRA) Tertekan
Bayar Utang, Putra Dato Tahir Jual 523 Juta Saham Bank Mayapada (MAYA)
Kolaborasi Chandra Asri-BMRI, Hadirkan Solusi Keuangan Terintegrasi





