Dulu Rugi, Kini IPCC Kantongi Laba Rp16,60 Miliar di Kuartal III-2021
:
0
EmitenNews.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021 berhasil membalikkan keadaan dari sebelumnya menanggung rugi Rp32,73 miliar di tahun 2020, kini mencatat laba Rp16,60 miliar.
Merujuk data laporan keuangan emiten yang induknya baru saja merger itu, tertera nilai EBITDA IPCC berhasil mengalami turnaround dimana naik 131,18% YoY menjadi Rp105,62 miliar dari perolehan di tahun lalu sebesar Rp45,69 miliar. Nilai earning per share (EPS) turut membaik dengan perolehan sebesar Rp9,13 dibandingkan periode sembilan bulan di tahun lalu sebesar Rp-18.
Seiring dengan membaiknya sektor otomotif yang diikuti dengan mulai meningkatnya penjualan kendaraan sebagai imbas meningkatnya permintaan di masyarakat, diikuti dengan meningkatnya penjualan Alat Berat terkait dengan permintaan di sektor pertambangan dan perkebunan turut membantu meningkatnya kinerja operasional di Terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).
“Begitupun dengan meningkatnya permintaan akan kendaraan dan Alat Berat di luar Indonesia juga turut berimbas positif pada kegiatan bongkar muat di Terminal IPCC. Dengan peningkatan tersebut, tentunya membuat kinerja keuangan IPCC juga mengalami perbaikan bila dibandingkan dengan tahun lalu. Di sisi lain, perbaikan di periode sembilan bulan tahun ini juga melanjutkan pemulihan kinerja keuangan di periode 3 bulan dan 6 bulan sebelumnya,” kata Reza Priyambada Investor relation IPCC, Selasa (2/11/2021).
Meningkatnya jumlah kendaraan dan spareparts/general cargo yang ditangani sepanjang periode sembilan bulan di tahun ini berimbas pada meningkatnya perolehan pendapatan dari sisi Pelayanan Jasa Terminal maupun Pelayanan Jasa Barang. Pelayanan Jasa Terminal yang memiliki kontribusi sebanyak 93,46% dari total pendapatan mengalami kenaikan 39,31% YoY menjadi Rp325,03 miliar sepanjang periode sembilan bulan 2021. Adapun pelayanan jasa barang dengan kontribusi 5,31% terhadap total pendapatan mengalami kenaikan 43,98% YoY.
Related News
BSDE Catat Prapenjualan Rp2,54T, Ditopang Permintaan Properti Hunian
RMKE Umumkan Rampung Buyback, Harga Saham Tertekan
Laba Emiten Alkes OMED Q1-2026 Melejit, Terdongkrak Belanja Pemerintah
LPIN Bagi Dividen Rp45 per Saham, Cek Jadwal Pentingnya Pekan Depan!
Saham GOTO Anjlok ke Harga Gocap, Danantara hingga Analis Beri Suara!
Prajogo Lepas 782 Juta Saham CUAN, Kokoh di Puncak Orang Terkaya RI





