EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi diperdagangkan cenderung menguat. Itu menilik bursa regional menyusuri zona hijau. Selain itu, para pelaku pasar masih akan merespons data inflasi Indonesia terus mengalami tren perbaikan.
”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.825, dan resisten 6.900,” tutur Ayu Dian, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin, 6 Februari 2023.
Secara teknikal, Indeks masih berada di tren positif namun tengah tertahan resistance. So, ada potensi untuk mengalami sideway pada area resistance. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain CPIN, ANTM, ASSA, ICBP, HRUM, DMMX, dan MAPI.
Menyudahi perdagangan akhir pekan lalu, Indeks menanjak 0,34 persen menjadi 6.862. Beberapa sektor mengalami penguatan di antaranya transportasi dan logistik 1,86 persen, consumer cyclicals 1,27 persen, dan consumer non-cyclicals 1,17 persen. Investor asing membukukan net buy pasar regular Rp179 miliar. Saham paling banyak dibeli investor asing antara lain BBRI, ASII, dan GOTO.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa AS kompak menguat. The Fed kembali menaikkan suku bunga 25 bps, sejalan konsensus dan ekspektasi pasar. Selain itu, Powell juga menyinggung inflasi AS mulai mereda. Pelaku pasar kembali optimistis terhadap ekonomi AS meski ada beberapa data ekonomi belum menunjukkan pemulihan.
Pagi ini, bursa Asia sudah diperdagangkan di zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat 0,33 persen, dan Indeks Kospi menanjak 1,10 persen. Pagi ini, Korea Selatan merilis data inflasi mengalami kenaikan di angka 5,2 persen. (*)
Related News
Telisik, Berikut 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Simak! 10 Saham Top Gainers Pekan ini
Berkat Kontribusinya, Jababeka Dapat 6 Apresiasi dari Pemkab Bekasi
IHSG Bawah 6.000, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp10.287 Triliun
Awalnya Nihil, Nippon Steel Kowa Kini Genggam Saham VRNA
Direktur TAPG Borong 200 Ribu Saham, Kepemilikan Meningkat





