EmitenNews.com - Emiten yang dimiliki bos ritel minmarket Djoko Susanto, PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI), mencetak lonjakan laba bersih di tengah strategi perampingan biaya dan reposisi portofolio bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2025, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp772,49 miliar, melonjak 62,43 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp475,58 miliar pada 2024.

Kinerja ini ditopang kombinasi pertumbuhan pendapatan dan efisiensi beban yang membuat profitabilitas perseroan terdongkrak lebih agresif dibandingkan kenaikan top line.

Pendapatan neto MIDI sepanjang 2025 mencapai Rp20,64 triliun, tumbuh 3,79 persen yoy dari Rp19,89 triliun. Penjualan masih ditopang segmen makanan sebesar Rp11,35 triliun, diikuti produk makanan segar Rp3,44 triliun dan non-makanan Rp5,86 triliun, seiring ekspansi jaringan Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh.

Berlanjut mengengok sisi lain, beban pokok pendapatan ikut meningkat 4,03 persen yoy menjadi Rp15,25 triliun dari Rp14,66 triliun. Meski demikian, laba bruto tetap menanjak menjadi Rp5,40 triliun dari Rp5,23 triliun.

Dorongan utama lonjakan laba justru datang dari sisi efisiensi. Beban penjualan dan distribusi berhasil ditekan menjadi Rp4,18 triliun dari Rp4,23 triliun, sementara beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp447,97 miliar dari Rp487,83 miliar.

Perseroan juga membukukan penghasilan lain sebesar Rp230,83 miliar, termasuk dampak pelepasan seluruh kepemilikan pada entitas anak PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson) pada 14 Mei 2025.

Kombinasi faktor tersebut mendorong laba usaha melejit 34,60 persen yoy menjadi Rp967,99 miliar dari Rp719,17 miliar, sementara laba sebelum pajak (EBITDA) naik menjadi Rp927,06 miliar dari Rp658,28 miliar.

Melihat neracanya, total aset MIDI meningkat 4,54 persen yoy menjadi Rp9,13 triliun dari Rp8,73 triliun. Liabilitas naik tipis 3,28 persen menjadi Rp4,59 triliun, sedangkan ekuitas menguat 5,85 persen menjadi Rp4,54 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Selasa (17/3) saham MIDI tercatat menguat 5,34 persen naik 14 poin di level Rp276.