EmitenNews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan ekonomi digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan utama untuk memacu target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,0 persen pada 2027. Guna mencapai target tersebut, pemerintah membidik realisasi penanaman modal atau investasi hingga Rp2.258 triliun.

Perekonomian Indonesia yang tumbuh 5,45 persen pada Semester I 2026 menjadi pijakan awal. Menko Airlangga menjelaskan bahwa target pertumbuhan 2027 memerlukan tiga prasyarat utama, yakni laju investasi yang tumbuh 8 hingga 9 persen melebihi PDB, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta penguatan ekspor bernilai tambah.

"Pertumbuhan ekonomi digital perlu didukung oleh ekosistem yang terpadu, mulai dari talenta digital, semikonduktor, hingga pembangunan pusat data," ujar Menko Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10).

Ekonomi digital diposisikan sebagai pendorong utama mengingat potensi nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) nasional yang mendekati USD100 miliar pada 2025. Di sektor perdagangan elektronik, pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan tumbuh lebih dari 14 persen menjadi USD71 miliar, dengan target transaksi Harbolnas akhir 2026 dibidik mencapai Rp40 triliun.

Penguatan ekosistem digital ini juga diperkuat lewat penarikan investasi infrastruktur teknologi. Kapasitas pusat data nasional tercatat mencapai 600-700 megawatt dengan proyek berjalan senilai USD15-20 miliar. Selain itu, raksasa teknologi NVIDIA tengah menjajaki investasi pusat data sebesar USD4,5 miliar di Batam.

Pada tingkat regional, penyelesaian perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang siap ditandatangani pada November 2026 diproyeksikan mampu menggandakan nilai ekonomi digital kawasan ASEAN menjadi USD2 triliun pada 2030. Langkah ini diimbangi dengan penguatan sistem keamanan Post-Quantum Cryptography oleh BSSN untuk menjamin keamanan transaksi digital nasional.(*)