Ekonomi Pulih, Asuransi Binagriya 2023 Optimistis Gaet Pendapatan Premi Rp314 Miliar
:
0
EmitenNews.com - PT Asuransi Binagriya Upakara sepanjang 2023 menargetkan pendapatan premi Rp314 miliar. Proyeksi itu, sejalan kondisi ekonomi sudah kembali pulih. Oleh karena, perseroan optimistis bisa mencapai target pendapatan premi lebih besar tersebut.
Nah, guna mencapai target tersebut, perusahaan terafiliasi Bank Tabungan Negara (BBTN) itu, telah menetapkan sejumlah strategi tahun ini. Perseroan akan fokus pada produk ritel, mengembangkan kerja sama dengan mitra bisnis untuk peningkatan jumlah atau volume nasabah, mengoptimalkan ekosistem Bank BTN, dan lembaga keuangan lainnya.
”Beberapa produk menjadi andalan perseroan untuk mencapai target tahun 2023 yakni Asuransi Harta Benda seperti asuransi kebakaran dan asuransi kendaraan bermotor, asuransi rekayasa (Engineering), dan asuransi aneka,” tutur Sri RM Sudarsari, Direktur Utama PT Asuransi Binagriya Upakara.
Wanita biasa disapa Ari itu, menjelasak pada acara Gathering Broker, perseroan mengapresiasi pialang asuransi menjadi mitra bisnis perusahaan. Beberapa kategori penghargaan diberikan yakni platinum, gold, dan silver. Pemberian penghargaan itu, diharap meningkatkan pendapatan premi perseroan melalui kerja sama saling menguntungkan dengan mitra bisnis berkualitas dalam upaya pencapaian kinerja tahun 2023.
Penghargaan itu, merupakan bentuk apresiasi kepada mitra bisnis yang telah berkontribusi positif dalam pencapaian kinerja perusahaan. ”Penyematan penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong semangat para pialang asuransi untuk lebih meningkatkan kerja samanya dengan Binagriya,” harapnya. (*)
Related News
BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp2,51T, Melesat Hampir 40 Persen
Kembali Kurangi Porsi, Putrasakti Kini Hanya Kuasai 34,24% Saham KDTN
Jadi Preskom, Sandiaga Uno Lihat Ini Prospek Mutuagung Lestari (MUTU)
7 September BUMN Baja (KRAS) Ubah Pengurus, Ini Manajemen Sekarang
EMAS Belanja Alat & Mesin Senilai RMB1,02 Miliar dari Perusahaan China
BUMN ADHI Digembok, Peringkat Turun Buntut Gagal Bayar Bunga Obligasi





