Eksekusi Tepat, Laba Usaha CYBR Meningkat 1.171 Persen
:
0
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher kala menjawab pertanyaan dari wartawan. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - PT ITSEC Asia (CYBR), perusahaan keamanan siber pertama tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengemas pendapatan Q2 2026 tercatat Rp115,03 miliar, tumbuh 21 persen dari periode sama tahun lalu Rp95,05 miliar. Laba sebelum pajak Q2 2026 berdasar perhitungan tercatat Rp22,69 miliar, meningkat 1.407 persen dari Rp1,51 miliar pada Q2 2025, sehingga margin laba sebelum pajak meningkat dari 1,6 persen menjadi 19,7 persen.
Laba bruto Q2 2026 berdasarkan perhitungan mencapai Rp52,09 miliar, meningkat 12persen dari posisi sama tahun lalu Rp46,52 miliar. Laba usaha Q2 2026 berdasar perhitungan Rp23,01 miliar, tumbuh 1.171 persen dari fase sama tahun lalu Rp1,81 miliar, sehingga margin laba usaha meningkat dari 1,9 persen menjadi 20,0 persen.
Posisi keuangan ITSEC Asia juga terus menguat. Total aset Rp485,4 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025. Total ekuitas meningkat menjadi Rp312,4 miliar dari Rp256,2 miliar enam bulan sebelumnya.
Patrick Dannacher, Presiden Direktur PT ITSEC Asia, mengatakan kinerja Q2 2026 mencerminkan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan, dan waktu realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.“Fokus kami saat ini menjaga momentum sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis,” ujar Patrick.
Untuk periode enam bulan berakhir pada 30 Juni 2026, ITSEC Asia membukukan pendapatan Rp201,2 miliar, dibanding edisi sama tahun lalu Rp230,4 miliar, dan laba bersih Rp34,3 miliar. Laba bersih pada Semester I 2025 tercatat Rp36,7 miliar. Manfaat pajak Rp28,9 miliar. Perseroan memperkirakan realisasi proyek akan lebih banyak terjadi pada Semester II 2026.
Pada Juli 2026, perseroan dan Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman. Kerja sama mencakup solusi keamanan siber, pengembangan kapabilitas Security Operations Center (SOC), pengembangan talenta melalui Academy, pengembangan bisnis untuk menjangkau kebutuhan BUMN, dan pemerintah provinsi maupun daerah.
Pada bulan sama, perseroan, dan PT Len Industri (Persero) juga mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan induk Defend ID untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung mandat C4ISR/C5ISR perusahaan. Ke depan, ITSEC Asia terus melihat peluang segmen BUMN dan pemerintah.
Perseroan memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk melalui kerja sama dengan PT INTI dan Defend ID, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan sistem dan infrastruktur digital. Di sisi pengembangan talenta, ITSEC Cyber & AI Academy tetap menjadi bagian dari strategi untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional bidang keamanan siber, dan kecerdasan buatan.
Kebutuhan tersebut makin meningkat seiring percepatan adopsi digital, dan bertambahnya kebutuhan organisasi terhadap tenaga profesional dengan kemampuan teknis bidang keamanan siber dan AI. Perseroan juga melihat perkembangan kebijakan keamanan siber Indonesia sebagai faktor dapat memperluas kebutuhan pasar.
Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) saat ini masih dalam proses pembahasan diperkirakan dapat memperluas kewajiban keamanan siber pada infrastruktur kritis dan ekosistem pendukungnya. Memasuki Semester II 2026, ITSEC Asia akan tetap fokus pada pelaksanaan proyek, pengembangan bisnis, penguatan kapabilitas keamanan siber, dan AI untuk mendukung pertumbuhan perseroan.
Related News
Back to Back Boncos, TAMA Bungkus Defisit Rp127 Miliar
ARA 6 Hari Beruntun! Saham Kuda Hitam Isam (PACK) 2 Kali Disetop BEI
Aneh, GOTO Catat Inflow Asing Kala Dikeluarkan dari Indeks Utama MSCI
VTO ASII Berpotensi Pangkas Free Float AUTO, Ini Kata Analis
Olah 7,7 Juta Ton Batubara, Anak Usaha BUMI Bikin Metanol
Timang-Timang CPIN, Kemarin Top Sell, Nasib Ke Depan Bagaimana?





