EmitenNews.com - Sinergi Inti Andalan Prima (INET) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp13,65 miliar. Meroket 792 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,53 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar ikut menanjak menjadi Rp0,61 per lembar dari sebelumnya Rp0,20.

Pendapatan bersih Rp383,6 miliar, meroket 3.070 persen dari periode sama tahun lalu Rp12,1 miliar. Beban pokok pendapatan Rp337,61 miliar, bengkak 4.771 persen dari posisi sama tahun lalu Rp6,93 miliar. Laba kotor terkumpul Rp45,98 miliar, melenting 789 persen dari fase sama tahun sebelumnya Rp5,17 miliar.

Beban penjualan Rp1,04 miliar, bengkak dari Rp455,9 juta. Beban umum dan administrasi Rp16,05 miliar, bengkak dari Rp2,74 miliar. Beban usaha lain-lain Rp276,74 juta, drop dari sebelumnya dengan penghasilan Rp36,37 juta. Laba usaha Rp28,62 miliar, meroket dari Rp2,01 miliar.

Penghasilan keuangan Rp7,47 miliar, melambung dari Rp123,13 juta. Beban keuangan Rp18,5 miliar, bengkak dari Rp31,51 juta. Laba sebelum pajak penghasilan Rp17,59 miliar, melesat dari Rp2,1 miliar. Laba tahun berjalan Rp14,78 miliar, mengalami lonjakan secara signifikan dari Rp1,53 miliar.

Jumlah ekuitas Rp3,73 triliun, melambung 769,5 persen dari akhir tahun sebelumnya Rp429,21 miliar. Total liabilitas tercatat Rp1,96 triliun, bertambah dari akhir 2025 senilai Rp331,16 miliar. Jumlah aset Rp5,69 triliun, melangit 648 persen dari episode akhir tahun lalu Rp760,37 miliar. (*)