EmitenNews.com - Graha Prima Mentara (GRPM) per 30 September 2023 meraup laba bersih Rp2,16 miliar. Mengalami lonjakan sekitar 34 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,61 miliar. Laba per saham distributor Coca Cola itu, naik tipis ke posisi Rp1,75 dari posisi sama tahun lalu senilai Rp1,30.


Penjualan Rp238,77 miliar, mengalami koreksi 7,17 persen dari edisi sama tahun lalu Rp257,23 miliar. Beban pokok penjualan Rp217,97 miliar, susut dari episode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp241,41 miliar. Laba kotor terakumulasi sebesar Rp20,8 miliar, menanjak 31 persen dari episode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp15,82 miliar. 


Beban penjualan Rp3,12 miliar, bengkak dari Rp2,04 miliar. Beban umum dan administrasi senilai Rp14,82 miliar, membengkak 25 persen dari posisi sama tahun sebelumnya sejumlah Rp11,82 miliar. Penghasilan usaha lainnya tercatat Rp83,79 juta, merosot dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp130,5 juta. 


Laba usaha Rp2,92 miliar, naik tipis dari periode sama tahun lalu Rp2,09 miliar. Biaya keuangan Rp106,39 juta, bengkak daripada periode sama tahun lalu Rp4,65 juta. Penghasilan keuangan melangit 7.007 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp3,45 juta. Laba sebelum pajak penghasilan Rp3,06 miliar, melesat dari edisi sama tahun lalu Rp2,09 miliar. 


Beban pajak penghasilan sejumlah Rp901,84 juta, bengkak 90 persen dari periode sama tahun lalu Rp472,99 juta. Jumlah ekuitas Rp68,28 miliar, surplus 120 persen dari posisi akhir tahun sebelumnya Rp30,93 miliar. Jumlah liabilitas Rp3,41 miliar, susut 82 persen dari fase akhir 2022 sebesar Rp19,27 miliar. Total aset Rp71,69 miliar, menanjak dari periode akhir tahun lalu Rp50,2 miliar. (*)