EmitenNews.com - Harga emas dunia merosot mendekati level USD4.000 per ons pada Jumat (23/10), mendekati titik terendah dalam hampir tiga bulan terakhir. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran di sektor saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang memaksa para pedagang memangkas kepemilikan logam mulia demi menutup kerugian di pasar saham.

Tekanan di pasar saham global memburuk pekan ini setelah rencana Meta Platforms untuk menambah belanja modal kembali memicu kecemasan pasar. Investor khawatir perusahaan teknologi akan menambah penarikan utang baru demi mendanai pengembangan proyek kecerdasan buatan.

Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (23/10), pelemahan harga emas juga terdorong oleh lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga komoditas energi tersebut menebalkan kekhawatiran inflasi global sekaligus memperkuat spekulasi bahwa suku bunga acuan akan bertahan di level tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.

Di sisi lain, munculnya keraguan terhadap keberlanjutan investasi AI yang selama ini menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mulai menahan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut. Kondisi tersebut berpotensi menahan kejatuhan harga emas lebih dalam.

Bagi pasar keuangan Indonesia, penurunan harga emas dunia ini menjadi sentimen penting yang memengaruhi pergerakan harga emas Antam di dalam negeri serta arah arus modal investor pada instrumen aset aman (safe haven).(*)