EmitenNews.com - Harga emas diperdagangkan di kisaran USD3.950 per ons pada Selasa (3/11) setelah melonjak hampir 2% pada sesi sebelumnya. Pemulihan dari level terendah satu tahun ini terjadi seiring penurunan harga minyak yang dipicu oleh sinyal kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi.

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan adanya perkembangan positif dalam proses negosiasi kedua negara. Di sisi lain, diplomasi juga ditunjukkan oleh pihak Iran melalui pernyataan resmi pimpinan negaranya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pemerintahnya telah diberi wewenang lebih besar oleh pemimpin tertinggi negara itu untuk mengejar pembicaraan perdamaian, sebagaimana dilaporkan Trading Economics pada Selasa (3/11).

Sebelumnya, emas terus menghadapi tekanan sepanjang tahun ini akibat konflik di Timur Tengah yang melontarkan harga energi dan memicu inflasi, yang pada akhirnya mendorong bank-bank sentral dunia menaikkan suku bunga. Selain itu, aksi jual global pada saham sektor teknologi serta kecerdasan buatan (AI) memicu gelombang likuidasi meluas yang turut memperberat tekanan pada bursa logam mulia.

Pada saat yang sama, para investor tengah mengamati secara cermat pelaksanaan pemilihan paruh waktu di AS. Pemilu ini berlangsung di tengah tingginya tekanan politik terhadap pemerintahan Trump dan Partai Republik akibat lonjakan biaya energi.(*)