EmitenNews.com - Singaraja Putra (SINI) sepanjang 2025 mengemas rugi Rp43,08 miliar. Bengkak 39 persen dari periode sama tahun sebelumnya hanya Rp30,96 miliar. Artinya, emiten besutan suami Puan Maharani yaitu Happy Hapsoro tersebut back to back boncos. Menyusul hasil itu, rugi per saham dasar menjadi Rp89,58 dari ssebelumnya Rp64,37. 

Pendapatan Rp534,02 miliar, melonjak 22,72 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp435,14 miliar. Beban pokok pendapatan Rp435,91 miliar, bengkak dari tahun 2024 senilai Rp344,97 miliar. Laba kotor terakumulasi sejumlah Rp98,11 miliar, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp90,17 miliar. 

Beban usaha Rp89,46 miliar, bengkak dari Rp68,78 miliar. Laba pelepasan aset nihil dari Rp8,61 miliar. Laba penjualan aset tetap Rp29,73 juta, turun dari Rp53,3 juta. Beban keuangan Rp50,66 miliar, naik dari Rp50,65 miliar. Pemulihan imbalan kerja Rp1,15 miliar, melesat dari Rp44,55 juta. 

Penghasilan keuangan Rp2,63 miliar, melejit dari Rp1,99 miliar. Rugi selisih kurs Rp1,85 miliar, bengkak dari Rp271,67 juta. Beban pajak Rp1,86 miliar, bertambah dari Rp145,88 juta. Pendapatan sewa lahan stagnan di level Rp270 juta. Rugi tahun berjalan Rp1,21 miliar, bengkak dari Rp23,63 miliar. 

Total defisiensi modal Rp687,41 miliar, bengkak dari akhir 2024 senilai Rp646,05 miliar. Defisit Rp78,27 miliar, mengalami pembengkakan dari akhir tahun sebelumnya Rp35,03 miliar. Jumlah liabilitas Rp2,25 triliun, bengkak dari Rp1,45 triliun. Total aset Rp1,57 triliun, mengalami lonjakan dari Rp806,89 miliar. (*)