EmitenNews.com - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan rekor tertinggi kinerja operasional secara kuartalan.

Emiten milik Prajogo Pangestu itu, mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 288 persen secara tahunan atau yoy menjadi USD567 juta. Angka ini menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah untuk periode kuartalan.

Kinerja ini didorong oleh performa kuat segmen kilang, khususnya di Singapura, yang ditopang oleh tingginya crack spread regional, optimalisasi bauran produk, serta disiplin dalam pengadaan bahan baku.

Seiring dengan itu, laba sebelum pajak konsolidasi juga meningkat signifikan sebesar 803 persen yoy menjadi USD271 juta. Capaian ini terjadi seiring dengan peningkatan produksi dari segmen energi.

Dari sisi fundamental, Barito Pacific mencatatkan total aset tercatat sebesar USD17.619 juta, serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan rasio net debt-to-equity (DER) yang stabil di level 0,77 kali. Hal ini mencerminkan pengelolaan permodalan yang disiplin serta kemampuan menjaga fleksibilitas keuangan guna mendukung rencana pertumbuhan ke depan di tengah volatilitas pasar.

Selaras dengan tujuan itu, BRPT juga telah menyelesaikan akuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura yang telah terkonsolidasi dalam laporan keuangan sejak awal 2026. Akuisisi ini memperkuat ekosistem hilir melalui perluasan jaringan ritel dan integrasi di sepanjang rantai nilai, serta diproyeksikan memberikan kontribusi positif terhadap laba sejak tahap awal.

Sehingga membuat BRPT mampu meraup pendapatan bersih konsolidasi meningkat 232 persen yoy menjadi USD2.570 juta pada kuartal I 2026, ditopang oleh adanya peningkatan pendapatan bersih dari anak perusahaan yaitu Chandra Asri Group, terutama didorong oleh kinerja refinery yang kuat dan integrasi aset ritel ExxonMobil di Singapura.

Peningkatan pendapatan di segmen energi terbarukan ini mencapai 9 persen yoy, atau setara USD165 juta pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh pembangkitan geothermal yang stabil dan produksi pembangkit listrik tenaga angin yang lebih baik selama periode tersebut.

Star Energy berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal I 2026 yang meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 926 MW. Pencapaian ini mendorong total kapasitas operasional Barito Renewables kini telah melampaui 1 GW, menandai penguatan portofolio energi terbarukan Perseroan.

Direktur Utama BRPT, Agus Pangestu, menyampaikan bahwa meski prospek jangka pendek masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, Perseroan tetap optimistis terhadap kinerja ke depan, termasuk optimisme pertumbuhan Chandra Asri, anak usaha BRPT yang terus bertumbuh.

“Kuartal pertama 2026 berlangsung di tengah kondisi yang sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Namun, kami mampu mencatatkan kinerja operasional kuartalan tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Pada perdagangan intraday Selasa (5/5/2026), saham BRPT terpantau menguat 15,45 persen naik 285 poin menuju level Rp2.130.