Emiten Prajogo Pangestu (TPIA) Setop Pabrik di Cilegon, Ini Sebabnya
:
0
EmitenNews.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menghentikan sementara operasional pabrik ethylene di Cilegon, Banten.
Penghentian sementara ini sehubungan dengan kegagalan fungsi alat penunjang yang berhubungan dengan air pendingin yang mengandung hidrokarbon pada Sabtu (20/1) sehingga menimbulkan aroma yang tidak sedap.
“Aroma yang muncul kemungkinan ditimbulkan dari hidrokarbon yang disebabkan oleh kegagalan fungsi alat penunjang yang berhubungan dengan air pendingin. Namun kami masih menyelidiki untuk memastikan sumber utama aroma tidak sedap tersebut,” tulis General Manager of Legal and Corporate Secretary TPIA, Erri Dewi Riani, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (24/1).
Meski demikian, Perseroan menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Adapun penghentian ini dilakukan sebagai wujud kepatuhan dan ketaatan TPIA terhadap seluruh proses serta arahan dari pihak yang berwenang.
“Hal ini dilakukan sebagai tindakan pengamanan sesuai prosedur perseroan dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan serta masyarakat sekitar,” kata Erri
Meski demikian, TPIA menegaskan bahwa pabrik lain miliknya masih beroperasi mengingat TPIA sebagai Obyek Vital Nasional dan untuk menjaga kelangsungan operasional pabrik secara keseluruhan dan mengingat peran penting TPIA sebagai penopang kelangsungan industri lainnya
Demi mencegah kejadian serupa, TPIA melakukan review terhadap dokumen hasil inspeksi alat penunjang. TPIA juga akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh operasional pabrik, meningkatkan pemeliharaan pabrik, serta memperketat sistem keamanan pabrik.
Related News
Dirut ITSEC Asia (CYBR) Kembali Tambah Porsi Saham, Ini Tujuannya
FTSE Russel Depak 29 Saham & Turunkan 10 Saham Indonesia dari Indeks
Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Turun Kasta dari Mid Cap FTSE Russell
Pasrah, ADHI Sampaikan Potensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Lagi
Satu Anggota Direksi Mundur, INCO Siap Gelar RUPS
Pengendali Baru INPS Jual 6,8% Saham, Harga 3,9 Kali Lipat Akuisisi





