Emiten Snack Taro (AISA) Buka Peluang Bagi Dividen, Ini Pemicunya
:
0
Produk makanan ringan (snack) PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA)
EmitenNews.com - PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) resmi menuntaskan proses kuasi reorganisasi setelah memperoleh persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Perseroan untuk menghapus akumulasi defisit masa lalu sekaligus membuka peluang pembagian dividen pada tahun-tahun mendatang.
Perseroan menyampaikan bahwa Menteri Hukum Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor AHU-0056039.AH.01.02.Tahun 2026 tertanggal 18 Juli 2026 yang menyetujui perubahan anggaran dasar terkait penurunan modal dalam rangka kuasi reorganisasi.
Sebelumnya, aksi korporasi tersebut telah memperoleh restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Mei 2026.
"Dengan diperolehnya persetujuan tersebut maka pengurangan modal Perseroan sehubungan dengan Kuasi Reorganisasi Perseroan yang sebelumnya telah disetujui pemegang saham menjadi efektif," tulis manajemen AISA dalam keterbukaan informasi, Rabu (22/7/2026).
Hingga akhir 2025, AISA masih membukukan saldo defisit sekitar Rp2,7 triliun, yang merupakan akumulasi kerugian sejak 2017. Defisit tersebut menjadi salah satu faktor yang membatasi fleksibilitas Perseroan dalam mengelola struktur permodalan, termasuk peluang membagikan dividen kepada pemegang saham.
Melalui kuasi reorganisasi, Perseroan mengeliminasi akumulasi rugi menggunakan komponen ekuitas seperti agio saham, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, serta penurunan modal saham. Dengan demikian, laporan keuangan diharapkan mencerminkan kondisi keuangan yang lebih sehat tanpa dibebani kerugian historis.
Manajemen menjelaskan salah satu tujuan utama kuasi reorganisasi adalah memberikan fresh start bagi Perseroan setelah berhasil membukukan laba usaha dan laba bersih secara konsisten sejak 2023. Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh perluasan jaringan distribusi, efisiensi biaya produksi, serta peluncuran produk-produk baru yang lebih kompetitif.
Yang tak kalah penting, hilangnya saldo defisit diharapkan memberikan ruang bagi Perseroan untuk membagikan dividen di masa depan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain meningkatkan daya tarik saham di mata investor, struktur ekuitas yang lebih sehat juga diharapkan mempermudah Perseroan memperoleh pendanaan guna mendukung ekspansi usaha.
AISA mencatat penjualan 2025 sebesar Rp1,957 triliun atau lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya Rp1,920 triliun dan Rp1,704 triliun.
Seiring dengan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp89,129 miliar pada 2025, naik dibanding Rp64,472 miliar pada 2024, Rp18,777 miliar pada 2023.
Related News
Teknologi Elnusa (ELSA) Pacu Produksi Migas Adera Field Lewati Target
Pengendali Borong Saham GULA, Kini Dekati 5 Persen
Demi Free Float & Exit Suspensi, Pengendali MTSM Lepas 19,5 Juta Saham
Saham Gocap (ZATA) Lepas Suspensi Khusus, Langsung Ngacir 30 Persen
Saham Meroket 200 Persen Mau Ganti Pengendali, BEI Suspensi Kedua Kali
Ekspansi ke PSEL Bersama Prajogo, Ini Pertimbangan Bakrie





