Entitas Usaha Jalani PKPU, Ini Penjelasan dan Tindakan Adhi Karya (ADHI)
:
0
EmitenNews.com - Adhi Persada Properti (APP) melakoni Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Tepatnya, anak usaha Adhi Karya (ADHI) itu, masuk PKPU sementara sepanjang 45 hari. Itu terhitung sejak pembacaan putusan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) pada 20 Juni 2023.
Kemudian, proses PKPU APP telah mencapai tahap rapat verifikasi tagihan kreditur di PN Jakpus. ”Menghadapi proses PKPU, APP berusaha maksimal dalam menyusun proposal perdamaian, sehingga kepentingan Adhi Karya sebagai pemegang saham mayoritas masih tetap terlindungi,” tulis Farid Budiyanto, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya.
Adhi Karya sebagai pemegang saham mayoritas terus berkoordinasi dengan APP, dan memastikan proses PKPU ditempuh dengan upaya maksimal. APP juga telah menunjuk tim penasihat hukum berpengalaman bidang restrukturisasi utang. Dengan bantuan tim penasihat hukum, APP telah menjalin komunikasi dengan kreditor konkuren yakni vendor, konsumen, dan kreditor separatis yaitu lembaga keuangan perbankan.
Itu dilakukan untuk mendukung proposal perdamaian yang diajukan APP dalam proses PKPU. Soal pelunasan utang, pemenuhan utang jatuh tempo kepada stakeholders akan dilakukan sesuai perjanjian, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, Adhi Karya juga masih memiliki potensi cash in dari penerimaan termin proyek-proyek besar tengah dikerjakan, dan adanya fasilitas perbankan belum digunakan. Data da? fakta yang menerpa anak usaha tersebut, klaim perseroan belum berdampak terhadap kinerja keuangan, dan kegiatan operasional perseroan. (*)
Related News
PTRO Suntik Entitas Tambang Papua Nugini Rp256M via Convertible Note
Innovation Center, Sinergi KIJA dan China Silk Road Perkuat Investasi
SMBC Siap Tebar Dividen Rp101 Miliar, Setara 20 Persen Laba 2025
Punya Layanan Integrated Autosolution, IPCC Kejar Ekspansi Luar Negeri
Pengendali Jual, Asing Serok Saham SKRN, Harga Hari Ini Melorot
Melesat 27 Persen, DMAS Raup Pra-Penjualan Rp561M di Q1 2026





