EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak dalam tren bearish yang semakin terup, setelah tergerus tajam sejak awal tahun.

Dari posisi All-Time High (ATH) di level 9.134,70 pada 20 Januari 2026, IHSG anjlok ke 6.917,32 pada All-Time Low (ATL secara year-to-date saat intraday Senin (16/3/2026). Artinya, indeks telah jatuh 2.217,38 poin atau setara 24,27 persen hanya dalam waktu sekitar 55 hari kalender.

Diungkap Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam catatannya dikutip Jumat (20/3/2026) Sepanjang 2026, investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp8,85 triliun, menambah beban terhadap pergerakan indeks.

Dalam skala mingguan, pelemahan juga terlihat selama periode 9–13 Maret 2026, IHSG terkoreksi 5,91 persen dari 7.585,687 menjadi 7.137,212. Penurunan ini diikuti penyusutan kapitalisasi pasar sebesar 6,96 persen menjadi Rp12.678 triliun.

Likuiditas pasar turut mengalami kontraksi. Rata-rata nilai transaksi harian merosot 31,10 persen menjadi Rp17,20 triliun, sementara frekuensi transaksi turun 31,54 persen menjadi 1,87 juta kali. Volume perdagangan harian juga menyusut 25,49 persen menjadi 31,55 miliar saham.

Kautsar juga menjelaskan, di tengah-tengah isu itu Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mendorong aktivitas dan literasi pasar melalui berbagai inisiatif, termasuk peluncuran fitur syariah pada aplikasi IDX Mobile serta kampanye global kesetaraan gender di pasar modal.