EmitenNews.com - Adhi Karya (ADHI) terus menjalankan program penataan, dan streamlining portofolio investasi dua anak usaha. Itu dilakukan untuk kembali fokus pada bisnis inti konstruksi. Implementasi program itu, diwujudkan melalui dua penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA), Rabu, 30 September 2026 di Kantor ADHI, Jakarta.

Teken CSPA itu, dilakukan untuk rencana divestasi saham ADHI pada Jasamarga Jogja Solo (JMJ), dan Dumai Tirta Persada (DTP). Penandatanganan kedua CSPA itu, menjadi tahapan penting dalam masing-masing rencana divestasi, sekaligus menandai tercapainya kesepakatan para pihak atas kerangka, syarat, dan ketentuan diatur dalam perjanjian.

Langkah itu, diarahkan untuk meningkatkan fokus perseroan pada bisnis inti yaitu Konstruksi, mengoptimalkan komposisi portofolio usaha, nilai aset, dan investasi. Itu sejalan strategi transformasi, penguatan fundamental perusahaan, mendukung penguatan struktur keuangan, dan likuiditas perseroan.

Penandatanganan CSPA dilaksanakan dengan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dalam rencana divestasi 47,18 persen saham ADHI pada JMJ. Acara turut dihadiri Direktur Pembiayaan dan Investasi SMI, Direktur Utama ADHI, dan jajaran direksi dari kedua belah pihak. Sinergi dengan SMI juga diharap dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan, dan pengembangan JMJ sebagai bagian dari ekosistem infrastruktur jalan tol Indonesia.

Saat bersamaan, ADHI juga meneken CSPA dengan Futura Energi Global (FUTR) dalam rencana divestasi 51 persen saham ADHI pada DTP, perusahaan bergerak dalam penyediaan, dan pengelolaan sistem penyediaan air minum di Kota Dumai, Provinsi Riau, melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Teken CSPA dihadiri direktur utama FUTR, direktur utama Aurora Dhana Nusantara sebagai pemegang saham FUTR, Direktur Utama ADHI, dan jajaran direksi dari kedua belah pihak

“Langkah strategis itu, untuk menata, dan melakukan streamlining portofolio investasi dua anak usaha, sekaligus memperkuat fokus ADHI untuk kembali pada bisnis inti yaitu engineering dan konstruksi. Kami memastikan seluruh proses terukur, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Ke depan, ADHI akan terus memperkuat peran sebagai perusahaan konstruksi nasional, dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia,” ujar Corporate Secretary ADHI, Siswanto. (*)