FTSE Tendang Sejumlah Emiten Lo Kheng Hong dari Micro Cap
:
0
Investor kawakan pasar modal Indonesia Lo Kheng Hong pada suatu kesempatan. FOTO - Dok MNC Group
EmitenNews.com - FTSE Russell mendepak sejumlah emiten andalan Lo Kheng Hong. Yaitu, Intiland (DILD), Ramayana (RALS), Paninvest (PNIN), Malindo (MAIN), dan Clipan Finance Indonesia (CFIN). Emiten kebanggaan Lo Kheng Hong itu, digusur oleh FTSE dari panggung FTSE Micro Cap bersama 29 emiten lainnya.
Berikut rentetan kinerja lima emiten Lo Kheng Hong semester I 2026 yang dibuang FTSE. DILD paruh I 2026 meraup laba bersih Rp9,19 miliar, drop dari edisi sama tahun lalu Rp12,56 miliar. Pendapatan Rp1,08 triliun, turun tipis dari Rp1,21 triliun. Laba kotor Rp395,71 miliar, anjlok dari Rp424,64 miliar.
Lalu, RALS mengemas laba tahun berjalan sebesar Rp204,91 miliar, turun 11,05 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp230,37 miliar. Penjualan tercatat sebesar Rp1,31 triliun atau turun 12,65 persen dibanding semester I-2025 mencapai Rp1,50 triliun.
Selanjutnya, MAIN meraup laba bersih mencapai Rp98,89 miliar medio 2026. Jumlah tersebut melonjak 266,67 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp26,97 miliar. Itu karena terjadi pertumbuhan di penjualan bersih, kendati dari sisi beban pokok penjualan pun terdapat kenaikan.
MAIN membukukan penjualan bersih sebesar Rp7,30 triliun, meningkat 19,67 persen dibanding episode sama tahun lalu sebesar Rp6,10 triliun. Namun, peningkatan penjualan juga disertai beban pokok penjualan yang naik 18,79 persen menjadi Rp6,7 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp5,64 triliun.
Berikutnya, CFIN semester I 2026 membukukan laba bersih Rp102,33 miliar. Mengalami peningkatan 27,08 persen dari episode sama tahun lalu hanya senilai Rp80,52 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp25,68 dari sebelumnya Rp20,21.
Jumlah pendapatan Rp774,09 miliar, melorot 5,97 persen dari periode sama tahun lalu Rp823,27 miliar. Itu terdiri dari jual, dan sewa balik Rp5,37 miliar, naik dari Rp4,91 miliar. Sewa pembiayaan Rp39,14 miliar, melesat dari Rp34,96 miliar. Pembiayaan konsumen Rp546,11 miliar susut dari Rp605,18 miliar.
Dan, terakhir PNIN medio 2026 mengemas pendapatan bersih Rp5,63 miliar, mengalami penyusutan dari episode sama tahun lalu Rp5,7 triliun. Total beban Rp3,61 triliun, susut dari Rp3,96 triliun. Laba bersih Rp461,04 miliar, melejit 43,81 persen dari posisi sama tahun lalu Rp320,58 miliar.
Sekadar informasi, FTSE Russell menyampaikan hasil FTSE Global Equity Index Series Semi-Annual Review Agustus–September 2026, Jumat (21/8/2026) petang. Sebanyak 29 saham Indonesia dikeluarkan dan 10 saham diturunkan kastanya dalam index review Agustus–September 2026 kali ini.
Rebalancing efektif dilakukan pada penutupan Jumat, 18 September 2026 dan efektif berlaku pada pembukaan Senin, 21 September 2026. (*)
Related News
Dirut ITSEC Asia (CYBR) Kembali Tambah Porsi Saham, Ini Tujuannya
FTSE Russel Depak 29 Saham & Turunkan 10 Saham Indonesia dari Indeks
Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Turun Kasta dari Mid Cap FTSE Russell
Pasrah, ADHI Sampaikan Potensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Lagi
Satu Anggota Direksi Mundur, INCO Siap Gelar RUPS
Pengendali Baru INPS Jual 6,8% Saham, Harga 3,9 Kali Lipat Akuisisi





