Gandeng UINSU Medan, Bank BSN Cetak Kaum Muda Melek Keuangan Syariah
:
0
Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN), Alex Sofjan Noor (kiri), menyerahkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) kepada Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag. (kanan), dalam rangkaian kegiatan kuliah umum di Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/10/2026). Foto - Dok Bank BSNĀ
EmitenNews.com - Generasi muda memegang peranan krusial sebagai motor penggerak transformasi ekonomi syariah di masa depan. Itu diungkap Direktur Utama Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor dalam kuliah umum bertajuk “Transformasi Perbankan Syariah Nasional: Inovasi, Daya Saing, dan Peran Strategis Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045” di hadapan civitas akademika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Rabu (21/10).
Di hadapan ribuan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU, Alex memaparkan realitas industri keuangan syariah nasional saat ini. Hingga Juni 2026, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih berada di angka 7,36 persen, jauh tertinggal dibandingkan Malaysia yang telah menyentuh 43 persen. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dengan potensi pangsa pasar yang sangat besar.
Menurut Alex, kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh sejarah perkembangan perbankan syariah di masing-masing negara. Malaysia menerapkan pendekatan top-down di mana kebijakan dan ekosistem dibangun secara terkoordinasi oleh negara sejak 1983. Sementara itu, Indonesia tumbuh melalui pendekatan bottom-up diinisiasi masyarakat sebelum akhirnya mendapat dukungan kebijakan yang kuat.
“Industri perbankan syariah nasional saat ini masih didominasi oleh segelintir pemain utama dengan kesenjangan aset yang signifikan. Hal ini menunjukkan masih besarnya ruang konsolidasi dan pertumbuhan untuk memperkuat skala bisnis, efisiensi, dan daya saing,” tukas Alex.
Alex menambahkan sejumlah strategi BSN untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya di kalangan generasi muda. “Penggunaan layanan keuangan sudah tinggi, tetapi kecakapan mengelola uang masih perlu diperkuat. Literasi keuangan harus dimulai dari kampus dengan membangun kebiasaan mencatat uang masuk dan keluar, membedakan prioritas, menyusun anggaran, dan membangun dana darurat,” imbuhnya.
Dalam kuliah umum tersebut, Alex mengajak mahasiswa UINSU untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga inovator memadukan keilmuan akademik, integritas moral (akhlak), dan kemampuan eksekusi yang riil. Bank BSN juga telah menyiapkan sejumlah program kolaborasi seperti magang umum, MAGENTA, dan Youth Islamic Bankers Academy untuk menjembatani mahasiswa dengan industri perbankan.
Inisiatif Bank BSN dalam mengedukasi mahasiswa tersebut mendapat sambutan positif dari Rektor UINSU Prof. Dr. Hj. Nurhayati. Nurhayati mengapresiasi kehadiran Direktur Utama Bank BSN dinilai memberikan pencerahan langsung dari pelaku industri kepada mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah. Nurhayati menyebut perbankan syariah tengah menghadapi tantangan sekaligus peluang besar di era transformasi digital.
Oleh karena itu, ia meminta lulusan UINSU untuk membekali diri dengan nilai-nilai profesionalisme yang dilandasi ajaran Islam. “Kekuatan perbankan syariah bukan hanya terletak pada teknologi dan pertumbuhan bisnis, melainkan juga pada nilai-nilai keadilan, kejujuran, amanah, dan kemaslahatan menjadi landasan utamanya. Jika SDM tidak jujur, tidak memberikan kemaslahatan, dan tidak amanah, yakinlah sebuah bank itu akan hancur,” tegas Nurhayati.
Rektor juga menjanjikan bahwa UINSU siap mencetak lulusan unggul yang dapat bersaing di industri keuangan. Ia mendorong mahasiswanya untuk berani mengambil setiap peluang karier di Bank BSN, karena mereka telah dipersiapkan sebagai generasi cerdas, kreatif, inovatif, dan berintegritas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Visi Indonesia Emas 2045 bukanlah cita-cita dapat diwujudkan hanya dengan harapan. Cita-cita tersebut membutuhkan generasi muda cerdas, kreatif, inovatif, dan berintegritas. Jadilah generasi mampu menghubungkan inovasi dengan etika, profesionalisme dengan amanah, kemajuan ekonomi, dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (*)
Related News
12 Korporasi Diperiksa, DPR Desak Cabut HGU Pelaku Karhutla
Realisasi PMA di Jabar Rp132 Triliun, Ini Harapan Gubernur KDM
Karhutla, Kemenhub Catat 2.603 Penerbangan Terdampak Kabut Asap
Allianz Life Hadapi Gugatan Klaim Meninggal Dunia, Sidang 29 Oktober
Soal Bagi-bagi HP Gratis, Menko Airlangga Pastikan tak Pernah Dibahas
M Lutfi Sentil Taipan Sawit dan Pajak Singapura Soal Karhutla





