GDK Siap Serap Saham Buyback DGIK hingga Akhir Desember 2026
:
0
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) akan mengalihkan maksimal 400,21 juta saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada pemegang saham pengendali, PT Global Dinamika Kencana (DGK).
EmitenNews.com - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) berencana mengalihkan maksimal 400,21 juta saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada pemegang saham pengendali, PT Global Dinamika Kencana (GDK). Pengalihan saham treasuri tersebut akan dilakukan di luar bursa melalui pasar negosiasi mulai 11 November hingga 31 Desember 2026.
Dalam keterbukaan informasi, Rabu (4/11/2026), Direksi DGIK menyampaikan bahwa perseroan saat ini menguasai 400.214.500 saham hasil buyback yang dikumpulkan secara bertahap pada periode 7 Maret 2022 hingga 19 September 2023.
Perseroan akan menjual saham-saham tersebut dengan jumlah maksimal sebanyak 400.214.500 saham. Pelaksanaan pengalihan dapat dilakukan sekaligus dalam satu tahap maupun secara bertahap selama periode yang telah ditetapkan.
Transaksi akan berlangsung di luar bursa efek melalui mekanisme pasar negosiasi dengan mengacu pada ketentuan Pasal 35 ayat (4) POJK Nomor 29 Tahun 2023. PT Global Dinamika Kencana, selaku pengendali DGIK, menjadi pihak yang akan menyerap saham hasil buyback tersebut.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi efek terbaru, pemegang saham pengendali PT Global Dinamika Kencana yang beralamat di Jl. Surapati No. 5 Lebakgede Coblong Bandung itu menguasai total 52% saham perseroan.
Pemegang saham lain di atas 5% adalah OCBC Pte Ltd S/A yang berdomisili di Temasek 3 Avenue, Singapura memiliki 9,68% saham dan porsi saham publik sebesar 30,61%.
Sementara itu, saham DGIK pada perdagangan Rabu (4/11/2026) ditutup turun 2,22% ke level Rp122 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham ini terkoreksi 3,65%, tetapi masih mencatatkan penguatan 4,76% dalam periode tiga bulan terakhir.
Related News
Penjualan Ekspor Moncer, DSFI Cetak Laba Melonjak 51 Persen di Q3 2026
Fundamental Membaik, Mengapa Saham GOTO Masih Tertekan?
Premi Tumbuh 49,7%, Oona Indonesia Masuk Top 7 Perusahaan Asuransi
Holding Jasa Keuangan Grup Salim Serap 13,8 Juta Saham Baru BINA
Arus Kas Operasi HAJJ Berbalik Positif Rp77,96M Pada Kuartal III 2026
Trisula (TRIS) Cetak Kinerja Apik di Q3 2026, Siapkan Buyback Rp10M





