Gejolak Pasar Kripto, COIN Berbalik Boncos 253,74 Persen Semester I
:
0
Bos COIN Ade Wahyu pada suatu kesempatan. FOTO - Dok Indokripto
EmitenNews.com - Indokripto Koin Semesta (COIN) paruh pertama 2026 mengemas rugi Rp39,22 miliar. Drop 253,74 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba Rp25,51 miliar. Jadi, rugi per saham menjadi Rp2,67 dari periode sama tahun sebelumnya surplus Rp2,04.
Pendapatan semester I 2026 terkumpul Rp74,64 miliar, melorot 34,03 persen dari edisi sama tahun lalu Rp113,15 miliar. Sementara pada kuartal II 2026, pendapatan tercatat Rp33,15 miliar, merefleksikan penurunan 20 persen dari capaian kuartal I-2026 sebesar Rp41,49 miliar. Itu terdampak kondisi pasar aset kripto dipenuhi tekanan.
Tekanan itu, kembali melanjutkan dinamika sejak awal tahun imbas pelemahan harga aset kripto, ketidakpastian makroekonomi, dan rotasi portofolio investor ke instrumen lebih defensif. Volatilitas pasar aset kripto telah membuat kapitalisasi pasar aset kripto global susut 12,6 persen secara kuartalan dari USD2,4 triliun menjadi USD2,1 triliun pada kuartal II-2026.
Sejalan tren global, volume transaksi aset kripto Indonesia juga mengalami koreksi 11,6 persen Quarter-over-Quarter (QoQ), dari Rp75,83 triliun menjadi Rp67,03 triliun. Sejalan siklus pasar tengah melambat, pencapaian pendapatan perseroan turut terkena imbas. Nah, di tengah penurunan pendapatan secara umum, COIN mengalami katalis pertumbuhan positif dari segmen derivatif.
Segmen itu, terbukti memiliki daya tahan baik, dan mulai bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi COIN. Berbeda dengan tren global di mana volume transaksi derivatif pada 10 bursa kripto dunia terbesar terkoreksi 10 perssen secara kuartalan (data CoinGecko), kinerja derivatif COIN justru bergerak positif.
Tercatat, pendapatan dari segmen ini naik 6 persen secara QoQ menjadi Rp12,1 miliar pada periode April hingga Juni 2026. “Pencapaian itu, memperlihatkan perkembangan positif terhadap minat produk derivatif Indonesia, yang berhasil tumbuh kala tren global mengalami koreksi. Saat ini, transaksi derivatif berkontribusi terhadap 36,5 persen dari pendapatan COIN kuartal II-2026, memposisikan segmen ini sebagai kunci penting mendorong pendapatan perusahaan ke depan,” jelas Ade.
Untuk memitigasi dampak dinamika pasar, manajemen COIN juga terus memperkuat posisi neraca keuangan. Perseroan membukukan aset lancar Rp366,6 miliar, menempatkan likuiditas dalam posisi solid, yakni mencapai 17 kali lipat dari total liabilitas. Kondisi tersebut memberi bantalan pelindung kuat bagi kegiatan operasional, dan kelanjutan inisiatif strategis perseroan.
Perseroan secara konsisten menjalankan efisiensi dan langkah deleveraging stabil. Pada akhir Juni 2026, COIN berhasil memangkas total liabilitas 61 persen menjadi hanya Rp21,1 miliar, sehingga total utang perusahaan tetap terjaga pada level sangat terkendali. Pada kuartal II-2026, COIN telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) Rp49,99 miliar, atau setara 24 persen dari total raupan dana Rp220,59 miliar.
Seluruh dana telah direalisasikan tersebut difokuskan untuk penguatan sistem, dan infrastruktur pada masing-masing anak usaha yakni PT Central Finansial X (CFX) selaku Bursa Aset Kripto pertama Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto berizin, dan diawasi toritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami mengedepankan strategi prudent, dan berlandas prinsip kehati-hatian dalam penggunaan dana hasil IPO, guna memastikan pemanfaatan dana dilakukan secara lebih efisien, tepat sasaran, mampu memberi multiplier effect optimal dalam mendukung rencana strategis jangka panjang perseroan, dan anak usaha,” tutup Ade. (*)
Related News
NPGF Salurkan Dividen Mini, Telisik Jadwal Lengkapnya
Verah Wahyudi Lepas Saham TAMA Lewat Skema Repo
BRNA Right Issue Rp372,6 Miliar, Besok Buru Restu Investor
Direksi ISAT Kompak Borong Saham, Siapa Saja?
Downgrade Peringkat ADHI idBB, ini Alasan Pefindo
Rugi Bengkak, COCO Medio 2026 Defisit Rp325,77 Miliar





