EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai kembali perdagangan ketujuh saham usai disuspensi sebelumnya yakni, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS), dan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD). 

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa pembukaan kembali suspensi dilakukan setelah bursa menilai informasi di pasar telah memadai. 

Pembukaan suspensi ini mulai efektif diberlakukan pada Jumat, 9 Januari 2026, dan BEI mengimbau investor agar tetap mencermati aspek fundamental serta keterbukaan informasi emiten mengingat volatilitas saham-saham tersebut masih tergolong tinggi.

Adapun, BEI berpandangan kebijakan suspensi perdagangan dan pembukaannya kembali merupakan bagian dari upaya perlindungan investor di tengah pergerakan harga yang tidak biasa.

Dari tujuh saham yang kembali diperdagangkan, lima saham tercatat langsung melonjak hingga batas auto rejection atas (ARA). Dipimpin RMKO yang naik 9,91 persen ke Rp510, UNSP milik grup Bakrie menguat 9,63 persen ke Rp478, serta INPS yang melesat 9,73 persen ke Rp406, kemudian SIPD, emiten poultry itu juga turut mencatat kenaikan signifikan sebesar 9,40 persen dan ditutup di Rp1.455.

Sementara itu, dari dimensi lain saham BIPI memimpin penguatan dengan lonjakan 21,11 persen ke level Rp218. 

Lalu, terdapat satu saham justru bergerak berlawanan arah. Saham BBSS terkoreksi tajam 14,38 persen ke level Rp625 menyentuh auto rejection bawah (ARB) pada hari pertama perdagangan setelah suspensi dibuka. (*)