EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,50 persen menjadi 7.092. Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup di atas MA5, diikuti penyempitan histogram negatif pada MACD, dan stochastic RSI bergerak naik dari area oversold. 

So, diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, IHSG akan menguji level 7.150-7.200. Di sisi lain, pemerintah menyiapkan rencana penerbitan instrumen utang dalam mata uang Yuan di Tiongkok, atau dikenal sebagai Panda Bonds. 

Itu dilakukan sebagai salah satu upaya memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan internasional. Menyusul aksi itu, diharapkan Pemerintah Indonesia tidak hanya tergantung pada pembiayaan Dolar Amerika Serikat (USD), sekaligus berpotensi mendapat tingkat suku bunga lebih rendah. 

Pemerintah juga merevisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) mewajibkan eksportir menempatkan dana hasil ekspor ke bank Himbara, dan mengonversi maksimal 50 persen ke Rupiah, berlaku mulai 1 Juni 2026. Pemerintah bersiap memberi intensif subsidi pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) awal Juni 2026 mendatang. 

Dengan subsidi ini, selain dapat mendorong kenaikan daya beli masyarakat dalam pembelian KBLBB, diharapkan juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak. Skema kuota subsidi itu, akan dirilis secara bertahap. Pemerintah akan mengalokasikan kuota sebanyak 100 ribu unit kendaraan pada tahap awal.

Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk menjala sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Hartadinata Abadi (HRTA), J Resources Asia (PSAB), Protect Mitra Perkasa (OASA), TBS Energi Utama (TOBA), dan Surya Esa Perkasa alias Essa Industries (ESSA). (*)