EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Secara mingguan terutama dikontribusikan oleh berlanjutnya koreksi pada saham semikonduktor. Pelemahan itu, setelah perusahaan startup asal Tiongkok, Moonshot AI, meluncurkan model baru berpotensi mempersempit kesenjangan dengan model terbaru Amerika Serikat (AS) dari Anthropic dan OpenAI.

Persaingan itu, makin meningkatkan kecemasan akan pengeluaran modal sektor teknologi tinggi, di tengah permintaan pengguna akhir AI sensitif terhadap harga. Eskalasi lebih lanjut AS dengan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak lebih dari 4 persen edisi Jumat  17 Juli 2026. Konflik telah meluas karena serangan Iran ke Kuwait, Suriah, dan Bahrain.

Sebaliknya AS telah melakukan serangan ke Iran, termasuk infrastruktur logistik dan maritim. Perkembangan konflik AS-Iran berpotensi kembali menjadi fokus perhatian global di tengah kenaikan harga minyak dapat berpengaruh terhadap prospek kenaikan suku bunga para bank sentral.

Sedangkan sektor teknologi terkait AI akan diuji oleh dirilisnya laporan keuangan beberapa perusahaan hyperscaler, produsen chip, operator infrastruktur, termasuk Alphabet, Intel, Tesla, dan GE Vernova. Nah, dari Eropa, European Central Bank (ECB) akan memutuskan kebijakan moneter, Inggris akan merilis data inflasi, tingkat pengangguran, dan penjualan ritel.

Data indikator ekonomi domestik dijadwal rilis pekan ini antara lain hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia mengenai kebijakan moneter, pertumbuhan kredit, dan M2 Money Supply. Sentimen domestik mulai membaik ditandai terjadi net buy investor asing selama dua hari berturut-turut pekan lalu.

Namun, lonjakan harga minyak menjadi risiko perlu diwaspadai karena berpengaruh terhadap prospek defisit APBN, inflasi, Rupiah, dan suku bunga. Secara teknikal IHSG berpeluang menguji level 6.225-6.280 pekan ini. Dan, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Inilever (UNVR), Kalbe (KLBF), Bank Neo (BBYB), Indofood (ICBP), Merdeka (MDKA), dan GTS (GTSI). (*)