EmitenNews.com - GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) bakal menggeber buyback Rp3,5 triliun. Hajatan itu, akan digelar usai mendapat lampu hijau dari para investor. Nah, untuk mengantongi stempel dari pemodal, GOTO akan mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan, dan luar biasa pada 18 Juni 2026. 

Setelah mendapat izin investor itu, proses buyback akan dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal 12 bulan. Tepatnya, periode pembelian kembali saham kickoff sejak 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027. Buyback menyasar saham-saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Biaya untuk melaksanakan pembelian kembali saham akan berasal dari kas internal. Dana tersebut termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara, dan biaya lainnya sehubungan dengan transaksi buyback. GOTO telah mempertimbangkan ketersediaan kas internal (kas dan setara kas serta deposito jangka pendek per 31 Desember 2025), dan kewajiban keuangan lainnya.

Di mana, GOTO memiliki kas cukup memadai untuk melaksanakan buyback, walau masih mencatat rugi bersih pada tahun buku 2025. Lebih lanjut, EBITDA Disesuaikan pada kuartal I tahun 2026 mencapai Rp907 miliar. Dan, GOTO juga telah mencatat laba bersih untuk kali pertama sebesar Rp171 miliar pada kuartal I tahun 2026.

Kerek Harga Saham

Buyback dilakukan dengan beragam pertimbangan, dan tujuan. Yaitu, untuk memberi fleksibilitas bagi perseroan dalam pengelolaan modal, termasuk optimalisasi struktur modal. Melalui buyback, GOTO berharap performa harga saham dapat mencerminkan nilai fundamental sesungguhnya. Buyback juga diharap dapat mendukung potensi pengembalian nilai lebih baik bagi pemegang saham di masa depan. 

Namun demikian, meski GOTO saat ini memiliki arus kas memadai untuk melaksanakan buyback tetapi implementasi akan bergantung pada keputusan manajemen, dan tunduk pada persetujuan pemegang saham, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi yang masih terus dikaji, termasuk potensi dampak dari perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan sehubungan dengan kegiatan usaha.

GOTO berkeyakinan memiliki kondisi keuangan cukup memadai untuk dapat melaksanakan buyback tanpa mengakibatkan adanya potensi dampak negatif material terhadap kegiatan usaha, dan operasional. Namun, untuk tujuan proforma analisis, dan pembahasan mengenai kondisi keuangan ini, GOTO akan memakai asumsi dana yang dikeluarkan untuk buyback Rp3,5 triliun.

Aksi pembelian kembali saham akan dilakukan melalui bursa efek indonesia (BEI), dan luar bursa. Nah, untuk membidani pembelian kembali saham itu, GOTO telah mendapuk Ciptadana Sekuritas Asia. Ciptadana akan mengawal proses buyback berlangsung hingga tuntas. Tindakan buyback untuk mengerek saham GOTO dari titik saat ini di level Rp50.

Asing Terus Jualan