GOTO Tak Didepak dari LQ45, IDX30, dan IDX80 Meski Harga Rp50, Kenapa?
:
0
Potret salah satu Gojek Driver Hub. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) berdalih atas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) belum dikeluarkan dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80. Padahal, harga saham GOTO sendiri seperti non-aktif alias mentok di Rp50 sejak penutupan perdagangan 4 Mei 2026.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy kala ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/7/2026) menjelaskan, penilaian untuk masuk atau keluar dari indeks tidak memakai data likuiditas 1-2 bulan saja.
"Liquidity-nya kayaknya enggak dihitung cuma sebulan-dua bulan. Kayaknya average (rata-rata) 6 atau 12 bulan terakhir sebelum evaluasi," terang Irvan.
BEI menghitung berdasarkan rata-rata likuiditas selama 6 bulan sampai 12 bulan terakhir sebelum evaluasi.
Irvan menyebut tekanan pada transaksi GOTO memang baru terasa dalam beberapa bulan terakhir. Namun sebelumnya, aktivitas perdagangan GOTO tergolong tinggi dan aktif. Dari situlah GOTO masih lolos syarat kuantitatif untuk bertahan di tiga indeks tersebut.
"Kita tidak melakukan perubahan di perhitungan kuantitatif indeks konstituen. Jadi kalau dia (GOTO) masih ada, berarti mungkin di bulan-bulan sebelumnya memang liquidity-nya masih kencang," ujar Irvan.
Sebagai informasi, saham GOTO terpantau betah mejeng di level Rp50 sejak pertama kalinya pada penutupan perdagangan (4/5/2026) hingga penutupan perdagangan Rabu (28/7/2026).
Analogi sistem perhitungan ini, kata Irvan, sama seperti cara BEI menghitung Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di sepanjang tahun berjalan.
Data menunjukkan RNTH tahunan BEI masih di kisaran Rp22 triliun. Angka itu masih relatif tinggi meskipun belakangan transaksi harian sudah melandai di bawah Rp30 triliun.
Tingginya rata-rata itu ditopang oleh lonjakan transaksi pada masa-masa awal tahun yang sempat menyentuh Rp34 triliun.
Related News
GOTO Batal Alihkan Saham Treasuri 32,18 Miliar Helai, kok Bisa?
SMGR Catat Penjualan 18,27 Juta Ton, Saham Menguat Usai Evaluasi LQ45
Catat Kinerja Kuat, ESSA Industries Bukukan Pendapatan USD186 Juta
Aset Jumbo, Pendapatan WIFI Semester I Tembus Rp1,57 Triliun
Kredit Tembus 1.000T, BCA Tegaskan Dukung Perekonomian Nasional
Melangit 790,73 Persen, SUPA Catat Laba Rp182,6 Miliar Semester I





